Warga Binaan Lapas Atambua Produksi Minyak VCO

  • 03 Jan 2026 13:16 WIB
  •  Atambua

KBRN, Atambua: Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua kembali menunjukkan taringnya sebagai pusat pelatihan produktif. Dalam sekali siklus produksi, warga binaan Lapas Atambua sukses menghasilkan 30 botol minyak kelapa murni atau Virgin Coconut Oil (VCO) kemasan 100 ml, Sabtu (3/1/2026). Pencapaian ini menjadi bukti nyata transformasi Lapas dari sekadar tempat penghukuman menjadi lembaga pendidikan yang memberdayakan.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Atambua ini merupakan tindak lanjut pelatihan dari Pusat Pelatihan Misi Terpadu (PPMT) Soe yang diberikan November 2025. Meski instruktur tidak hadir secara fisik, standar kualitas tetap terjaga melalui pemantauan daring via aplikasi Zoom. Langkah ini memastikan setiap tetes VCO yang diproduksi memenuhi kriteria kesehatan dan prosedur operasional standar (SOP).

Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja, Andra Sukabir, menjelaskan bahwa kualitas jernih VCO diperoleh melalui proses panjang selama lima hari. Berawal dari 50 buah kelapa pilihan, tahapan dimulai dari pengupasan hingga perendaman parutan kelapa dengan air panas selama 30 menit.

"Kuncinya terletak pada ketelitian ekstraksi santan dan masa fermentasi selama 2 x 24 jam. Kami memastikan pemisahan minyak dan air terjadi sempurna untuk hasil maksimal sebelum masuk ke tahap pengemasan," ujar Andra.

Produk yang diberi merek VCO La’Bua ini pun bukan produk sembarangan. Saat ini, VCO La’Bua telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) serta izin Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Menurut Andra, legalitas ini adalah simbol komitmen Lapas untuk menghasilkan produk berstandar pasar sekaligus mencetak warga binaan yang berdaya saing.

Kepala Lapas Atambua, Bambang Hendra Setyawan, menegaskan bahwa esensi pemasyarakatan adalah mengayomi. Ia berharap Lapas dapat menjadi institusi yang mengubah karakter warga binaan menjadi lebih bermanfaat bagi masyarakat.

"Program kemandirian ini adalah bekal nyata bagi mereka. Mengolah kelapa sangat relevan dengan potensi lokal di Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka," ujar Bambang. Ia menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari pemenuhan hak bersyarat bagi warga binaan melalui jalur peningkatan keterampilan.

Manfaat program ini dirasakan langsung oleh warga binaan. Niko, salah satu peserta pelatihan, mengaku bangga bisa menguasai teknik pengolahan kelapa menjadi VCO. "Pelatihan ini membuka mata kami. Kami jadi punya kepercayaan diri untuk membuka usaha sendiri setelah bebas nanti, sehingga tidak lagi dipandang sebelah mata oleh masyarakat," kata Niko optimistis.

Melalui keberhasilan produksi VCO La’Bua, Lapas Kelas IIB Atambua membuktikan bahwa pembinaan yang tepat mampu mengubah stigma negatif menjadi prestasi. Produk ini kini menjadi ikon unggulan yang memperkuat citra Lapas Atambua sebagai lembaga yang humanis, kreatif, dan transformatif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....