Pemkab Belu Siapkan Lahan 10 Ha di Desa Tukuneno untuk Pembangunan Sekolah Rakyat
- 06 Okt 2026 11:30 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Menindaklanjuti instruksi Program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait pembangunan Sekolah Rakyat (SR) dalam memperluas akses pendidikan yang merata dan menyeluruh bagi keluarga kurang mampu, Pemerintah Kabupaten Belu telah menyiapkan lahan seluas 10 hektar di Dusun Masmae, Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR).
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Belu Romualdus Jossetiyawan Manek, S.Pt melalui Kabid Rehabilitasi Sosial Yoseph G. Taolin, S.STP., M. Tr IP menyampaikan pemilihan lokasi di Dusun Masmae, Desa Tukuneno, menjadi lokasi ketiga yang diajukan setelah dua lokasi sebelumnya tidak mendapatkan persetujuan dikarenakan kondisi geografis serta akses ke pusat perkotaan karena beberapa pertimbangan khusus untuk pembangunan sekolah dari pemerintah pusat.
“Ini merupakan lokasi ketiga setelah lokasi pertama di Haekesak Raihat dan Desa Teun yang sebelumnya tidak disetujui,” ujar Oskar Taolin sapaan hangat Kabid Rehabilitasi Sosial di ruang kerjanya, pada Senin 05 Oktober 2026.
Lebih lanjut, dirinya menjelaskan mengenai progres Sekolah Rakyat telah selesai dilakukan tahapan survei dari satuan kerja Kementerian PUPR Dinas Provinsi Nusa Tenggara Timur.
“Hasil survei sudah diperoleh dan terdapat sejumlah persyaratan pembangunan Sekolah Rakyat, yang harus segara dilengkapi seperti KKPR, analisis dampak lingkungan dan lalu lintas, akses jalan, serta penyediaan air bersih semua ini menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten sementara pemerintah pusat bertanggung jawab untuk pembangunan Sekolah Rakyat,” ucap Oskar Taolin
Terkait jenjang pendidikan, Oskar Taolin mengatakan Pemerintah Kabupaten Belu mengusulkan agar Sekolah Rakyat menyediakan tiga jenjang pendidikan sekaligus yakni Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan berbagai fasilitas pelengkap sesuai ketentuan.
Menurut Oskar Taolin, pembangunan Sekolah Rakyat memiliki arti lebih luas daripada sekadar penyediaan sarana pendidikan, dengan adanya Sekolah Rakyat membuka akses pendidikan bagi anak-anak keluarga kategori kurang dalam meningkatkan pembangunan sumber daya manusia yang menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menghadapi bonus demografi.
Oskar Taolin berharap dengan pembangunan yang terencana dengan baik, kolaborasi lintas sektor tentunya akan berdampak pada peningkatan mutu SDM unggul dalam meningkatkan daya saing bangsa generasi muda kedepannya. (KM)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....