Pemkab Belu Buka 171 Hektare Lahan untuk Perkuat Ketahanan Pangan
- 04 Okt 2026 16:52 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Pemerintah Kabupaten Belu mulai membuka lahan seluas 171 hektare milik Serikat Sabda Allah (SVD) Timor di Nenuk, Kecamatan Tasifeto Barat, Sabtu 3 Oktober 2026.
Pembukaan lahan menggunakan alat berat ekskavator tersebut merupakan hasil kerja sama Pemkab Belu dan SVD Timor untuk mengoptimalkan lahan yang selama beberapa tahun belum dikelola secara produktif.
Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, S.T., mengatakan, pemanfaatan lahan tersebut tidak hanya ditujukan bagi kepentingan SVD, tetapi diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
"Pembukaan lahan ini bukan semata-mata untuk kepentingan SVD, tetapi bagaimana lahan yang cukup luas ini bisa dikelola secara produktif dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Belu," ujarnya.
Menurut Vicente, lahan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai komoditas pangan, seperti bawang merah, bawang putih, jagung, padi, serta tanaman hortikultura lainnya. Sebagian lahan juga disiapkan untuk pengembangan pakan ternak.
Pengembangan pakan ternak tersebut berkaitan dengan potensi peternakan sapi perah yang telah dimiliki SVD Nenuk sebanyak 21 ekor. Produksi susu dari peternakan tersebut ke depan diharapkan dapat mendukung kebutuhan pangan bergizi bagi anak-anak sekolah melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain sapi perah, kawasan tersebut direncanakan menjadi lokasi pengembangan ayam petelur untuk mendukung ketersediaan telur dan daging ayam bagi kebutuhan program MBG.
Pemkab Belu juga berencana melanjutkan pembukaan lahan di wilayah Fatutoma dan Halikelen sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan lahan tidak produktif di daerah.
Vicente menyebut, Dinas Pertanian Provinsi NTT juga direncanakan memberikan bantuan bibit bawang untuk pengembangan lahan seluas 1.000 hektare di Kabupaten Belu pada 2027.
Ia mengajak masyarakat yang memiliki lahan tidak produktif untuk berkoordinasi dengan Dinas Pertanian agar lahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.
Sementara itu, Pater Domi Kadju, SVD, mewakili SVD Timor, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Belu atas dukungan pembukaan lahan tersebut.
Menurutnya, keterbatasan sarana dan prasarana selama ini menjadi salah satu kendala SVD dalam mengelola lahan yang cukup luas.
Pater Tarsi Atok, SVD, menambahkan, kerja sama antara SVD dan pemerintah daerah harus memberikan manfaat yang lebih luas, terutama bagi masyarakat yang berada di sekitar Biara SVD Nenuk.
"Kita bekerja sama, tetapi yang paling penting adalah dampaknya bagi masyarakat Kabupaten Belu. Bagaimana masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar Biara SVD Nenuk, dapat menangkap peluang ini," ungkapnya.
Pemkab Belu berharap pembukaan lahan tersebut menjadi langkah awal mengubah lahan tidur menjadi kawasan pertanian dan peternakan produktif, sekaligus membuka peluang usaha, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....