Semangka Hasil Pembinaan Warga Binaan Dipamerkan di Pameran Pangan Lokal

  • 03 Okt 2026 22:26 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID Atambua - Hasil panen pembinaan kemandirian Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua sukses mencuri perhatian publik. Berlokasi di Plaza Pelayanan Publik Atambua, produk pangan segar hasil panen warga binaan resmi unjuk gigi dalam ajang pameran Pangan Lokal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 yang digelar selama dua hari, mulai Jumat 2 hingga Sabtu 3 Oktober 2026.

Keikutsertaan Lapas Atambua dalam pameran UMKM se-Provinsi NTT tersebut menjadi panggung pembuktian mutu produk warga binaan di pasaran. Mengandalkan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Lapas Atambua menggelontorkan satu ton semangka segar siap konsumsi. Komoditas unggulan ini pun langsung memikat perhatian dan menjadi buruan utama para pengunjung.

Wakil Bupati Belu, Vicente Gonsalves dalam sambutannya saat membuka kegiatan memberikan apresiasi atas partisipasi seluruh pihak serta menekankan pentingnya pengembangan potensi daerah.

"Momen ini menjadi wadah untuk menggaungkan kembali potensi pangan lokal agar bisa naik kelas, memperkuat perekonomian daerah, serta mempererat hubungan dan kolaborasi antar-pelaku UMKM di Nusa Tenggara Timur," ujar Wakil Bupati Belu.

Kepala Lapas (Kalapas) Atambua, Antonio Da Costa menegaskan bahwa partisipasi ini menjadi bukti nyata kapasitas dan keterampilan yang dimiliki warga binaan.

"Kehadiran kami di pameran ini adalah bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan daerah, sekaligus ajang promosi untuk membuktikan bahwa produk hasil pembinaan warga binaan Lapas Atambua mampu unjuk gigi dan bersaing secara kualitas. Sebanyak 1 ton semangka segar yang kami pamerkan hari ini adalah bukti kerja keras dan keberhasilan pembinaan kemandirian di Lapas," kata Kalapas.

Kebanggaan juga dirasakan oleh perwakilan warga binaan, Mundus Asa, yang diberi kesempatan untuk melayani para pembeli secara langsung di stan pameran.

"Saya sangat bangga dan bersyukur diberikan kesempatan ini. Melihat semangka yang kami tanam dan rawat di area Lapas disukai dan diborong banyak orang membuat saya semakin bersemangat untuk terus belajar dan produktif," ujar Mundus.

Antusiasme masyarakat yang memadati stan Lapas Atambua membuktikan tingginya minat publik terhadap produk pertanian olahan warga binaan.

"Semangkanya sangat manis, segar, dan ukurannya besar-besar. Harganya juga sangat terjangkau. Ini membuktikan warga binaan Lapas Atambua punya kemampuan luar biasa dan produknya benar-benar berkualitas," kata Maria Manek, salah seorang pembeli di lokasi pameran.

Selain pameran produk pangan segar dan kuliner, rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan festival lomba masak, pameran inovasi pangan, serta talkshow interaktif pengembangan potensi lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....