Lapas Atambua Panen 2,5 Ton Semangka dari Lahan Pembinaan
- 28 Sep 2026 17:43 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Sebanyak 2,5 ton semangka segar berhasil dipanen dari area Sarana Asimilasi dan Edukasi-SAE Lapas Kelas IIB Atambua, Senin 28 September 2026. Capaian melimpah ini menegaskan komitmen berkelanjutan Lembaga Pemasyarakatan-Lapas Kelas IIB Atambua dalam membekali Warga Binaan dengan keterampilan agrobisnis yang produktif dan bernilai ekonomis.
Dipimpin langsung oleh Kalapas Atambua, Antonio Da Costa, panen raya ini turut dihadiri jajaran pejabat struktural serta delapan warga binaan yang menjadi aktor utama di balik kesuksesan lahan SAE. Prosesi pemetikan semangka berlangsung penuh khidmat dan keakraban, mencerminkan sinergi positif antara petugas dan warga binaan atas keberhasilan pembinaan pertanian tersebut.
Pada kesempatan tersebut, Antonio Da Costa menegaskan bahwa pencapaian ini menjadi tolok ukur keberhasilan program pembinaan dan rehabilitasi di lingkungan pemasyarakatan.
"Capaian panen raya sebanyak 2,5 ton ini menguji sekaligus membuktikan efektivitas program pembinaan kemandirian kami. Lapas Atambua berkomitmen mencetak warga binaan yang produktif melalui komoditas pertanian bernilai ekonomis tinggi. Keterampilan agrobisnis ini kami harapkan menjadi bekal nyata agar mereka siap kembali berintegrasi secara mandiri di tengah masyarakat," kata Antonio.
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Lapas Atambua, Andra Sukabir melaporkan bahwa proses budidaya semangka telah dimulai sejak 15 Juli 2026.
"Proses tanam berlangsung sejak 15 Juli 2026 pada area seluas 1.500 M2 dengan pendampingan ketat dari petugas serta teknik perawatan yang terukur menjadi kunci sukses tercapainya target panen 2,5 ton. Seluruh hasil panen dipasarkan di Showroom Lapas Atambua seharga Rp20.000,- hingga Rp50.000,- per buah, sekaligus menjadi sumber penerimaan PNBP," ujar Andra.
Rasa bangga juga dirasakan oleh para warga binaan yang terlibat langsung dalam pengelolaan lahan dari awal hingga panen raya.
"Kami sangat bersyukur kerja keras kami membuahkan hasil 2,5 ton. Di SAE Lapas Atambua, kami tak sekadar mengisi waktu, tetapi dibekali ilmu bercocok tanam yang berguna untuk modal mencari nafkah halal setelah bebas nanti," ucap Yulianus Manek, salah satu perwakilan warga binaan.
Lapas Atambua siap melanjutkan keberlanjutan program pada siklus tanam mendatang di area SAE.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....