Wabup Belu Dorong Masyarakat Konsumsi Pangan Lokal
- 03 Okt 2026 07:17 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, S.T., mengajak masyarakat untuk membangun kebanggaan terhadap pangan lokal dengan menjadikan hasil pertanian dan pangan daerah sebagai bagian dari konsumsi sehari-hari.
Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Pameran Pangan Lokal Tahun 2026 di Pelataran Plaza Pelayanan Publik Atambua, Jumat 2 Oktober 2026 malam. Kegiatan mengusung tema “Kreasi Lokal untuk Ketahanan Berkelanjutan.
Wabup Vicente mengatakan, pangan lokal tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Menurutnya, pameran pangan lokal bukan sekadar ajang promosi maupun perlombaan, tetapi menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan pangan daerah sekaligus mendorong kreativitas dan inovasi masyarakat dalam mengolah hasil pangan lokal menjadi produk bernilai tambah.
Sejalan dengan semangat Rai Belu, Fila Ba Abut atau kembali ke akar, masyarakat diajak untuk menghargai warisan leluhur, termasuk kebiasaan mengonsumsi pangan yang dihasilkan dari tanah sendiri.
“Gerakan konsumsi pangan lokal harus dimulai dari keluarga, sekolah, masyarakat hingga lingkungan pemerintahan. Kita perlu terus mendorong diversifikasi pangan karena sumber makanan bergizi tidak hanya berasal dari beras, tetapi juga jagung, ubi dan berbagai hasil pangan lokal lainnya,” ujar Vicente.
Ia juga menyampaikan kebanggaannya atas pengakuan Ai Uhik Kuhus atau Ubi Kayu Kukus sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Tahun 2026.
Menurutnya, pengakuan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab bersama untuk menjaga, melestarikan, dan memperkenalkan warisan pangan lokal kepada generasi mendatang.
Wabup Vicente turut menyoroti peran pelaku UMKM, khususnya kaum perempuan, dalam mengembangkan pangan lokal menjadi berbagai produk olahan yang kreatif, higienis, memiliki nilai tambah, serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Pemerintah Kabupaten Belu, kata dia, berkomitmen mendukung pengembangan UMKM melalui pelatihan pengolahan produk dan berbagai kegiatan pameran.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong produk lokal agar semakin dikenal sekaligus menjadikan Belu sebagai salah satu pusat festival di Pulau Timor.
Wabup kemudian mengajak seluruh peserta pameran dan masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai gerakan nyata untuk membangun kebanggaan terhadap produk lokal.
“Membeli dan mengonsumsi pangan lokal berarti kita mendukung petani, nelayan, pelaku UMKM, serta seluruh masyarakat yang terlibat dalam rantai ekonomi,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Vicente mengajak masyarakat bersama-sama membangun Kabupaten Belu dengan memanfaatkan potensi pangan yang dimiliki daerah.
“Dari pangan lokal kita bangun Kabupaten Belu. Dari Kabupaten Belu kita bangun NTT yang semakin maju,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....