Polres Alor Catat Puluhan Kecelakaan, Faktor Kendaraan dan Manusia Jadi Sorotan
- 30 Sep 2026 14:03 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, dinilai masih menjadi tantangan. Kondisi tersebut tercermin dari masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi setiap tahun.
Kasatlantas Polres Alor, Iptu Muhammad Aris S., mengatakan berdasarkan data yang dimiliki kepolisian, pada tahun sebelumnya tercatat 79 kasus kecelakaan lalu lintas. Dari jumlah tersebut, 21 orang meninggal dunia, 15 orang mengalami luka berat, dan 90 orang mengalami luka ringan.
“Dan kita bandingkan ke tahun ini, per bulan Oktober ini kita sudah di 59 kasus, dengan korban meninggal dunia itu 10 orang, sedangkan luka beratnya itu 4 orang, kerugian material itu sekitar 300 juta lebih,” kata Iptu Muhammad Aris S. Selasa, 29 September 2026.
Menurutnya, angka tersebut masih dapat berubah karena tahun 2026 belum berakhir. Kepolisian masih akan melihat perkembangan kasus hingga akhir tahun untuk mengetahui perbandingan secara utuh dengan tahun sebelumnya.
Ia menjelaskan, salah satu faktor yang turut menyebabkan kecelakaan adalah kondisi kendaraan yang tidak memenuhi kelayakan. Di lapangan, masih ditemukan kendaraan yang lampu utama, kaca spion maupun lampu sein-nya dilepas atau tidak segera diperbaiki ketika mengalami kerusakan.
“Namun ada hal yang terabaikan dari pengendara-pengendara kendaraan bermotor ini, kenapa? Dia mengabaikan yang pertama dari sisi kelayakan kendaraan. Sisi kelayakan kendaraan kita melihat sendiri di Alor ini banyak yang menggunakan kendaraan itu yang sudah dipretelin semua,” ujarnya.
Selain kondisi kendaraan, faktor manusia juga menjadi salah satu penyebab kecelakaan. Menurut Kasatlantas, pengendara yang berkendara dalam kondisi tidak sehat, termasuk berada di bawah pengaruh minuman keras, dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....