Pemasangan Bertahap Realistis bagi Masyarakat Beranggaran Terbatas
- 18 Sep 2026 00:20 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Pemasangan PLTS bertahap dinilai realistis bagi masyarakat dengan keterbatasan anggaran untuk beralih menggunakan energi surya. Investasi dapat disesuaikan kemampuan keuangan.
Konsultan Energi Terbarukan dari Rejaton Indonesia, Mohammad Ghadafi, menyampaikan hal tersebut kepada rri.co.id, Kamis 17 September 2026. Ia mendorong langkah bertahap.
Menurut Ghadafi, masyarakat perlu menghindari Fear of Missing Out (FOMO) atau sekadar ikut-ikutan memasang PLTS karena melihat tetangga menggunakannya. Pemahaman manfaat harus mendahului keputusan pemasangan.
Ia menilai calon pengguna perlu memahami manfaat PLTS, kemampuan anggaran, serta manfaat investasi sebelum mengeluarkan biaya besar. Perhitungan menjadi tanggung jawab terhadap uang yang dimiliki.
"Kita tidak cuma ikut-ikutan doang, tetapi harus tahu manfaatnya, sehingga anggaran sudah dihitung dan keputusan pemasangan menjadi bertanggung jawab," ujar Ghadafi. Pemasangan dapat dilakukan bertahap.
Ghadafi menjelaskan, pengguna dapat memasang panel surya terlebih dahulu dan menunda baterai sampai sistem berjalan. Estimasi biaya panel sekitar separuh kebutuhan sistem lengkap sebelumnya.
Setelah panel berjalan, kebutuhan pagi, siang, dan sore dapat terbantu, sementara malam masih menggunakan listrik PLN. Penghematan tagihan menjadi indikator manfaat awal.
"Kalau panelnya saja sudah bisa menghemat tagihan sekitar 50 persen, manfaatnya sudah terasa dan kepercayaan menambah baterai akan muncul," tutur Ghadafi. Baterai kemudian ditambahkan bertahap.
Penambahan baterai sekitar seribu watt dapat dicoba untuk kebutuhan malam, misalnya pukul 18.00 hingga 21.00. Jika kebutuhan tiga ribu, baterai berikutnya ditambahkan.
"Kalau kebutuhan malam masih sekitar tiga ribu, setelah seribu terpenuhi, bisa menambah seribu lagi secara bertahap sesuai kemampuan," ucap Ghadafi. Pemasangan 80 persen memungkinkan.
Skema 80 persen dapat dilanjutkan ketika tersedia anggaran tambahan, sehingga investasi tidak dipaksakan sekaligus. Namun, kebutuhan industri, peternakan, dan pertanian dapat bersifat mendesak.
Menurut Ghadafi, sektor tersebut menghadapi biaya operasional besar sehingga energi alternatif menjadi kebutuhan mendesak. Kondisinya berbeda dengan rumah tangga yang dapat menyesuaikan pemasangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....