Kondisi Rumah Perlu Diperiksa sebelum Pemasangan Ini
- 18 Sep 2026 00:17 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Kondisi rumah perlu diperiksa sebelum pemasangan PLTS, terutama atap dan konstruksi. Luasan atap serta jalur kabel juga harus dipastikan sejak awal.
Informasi disampaikan Konsultan Energi Terbarukan Rejaton Indonesia, Mohammad Ghadafi, kepada rri.co.id, Kamis 17 September 2026. Pemeriksaan dilakukan setelah kebutuhan daya rumah ditentukan.
Langkah berikutnya menentukan luasan atap dan jaringan kabel untuk menyesuaikan kapasitas PLTS. Konstruksi penyangga panel juga diperiksa agar pemasangan aman dan tepat.
“ Kita harus tahu kubikasi tandon supaya yang dibeli tidak meluber atau kurang,” ujar Mohammad Ghadafi. Ia menyamakan perencanaan PLTS dengan pembelian air memakai mobil tangki.
Jika tandon berkapasitas seribu atau dua ribu liter, pembelian air disesuaikan kapasitasnya. Demikian pula kebutuhan PLTS harus disesuaikan dengan daya dan luas atap tersedia.
Untuk kebutuhan dua ribu watt, luas atap maksimal sekitar empat kali lima meter. Rumah sederhana dengan ukuran tersebut sudah maksimal, termasuk penggunaan empat panel.
Jalur kabel perlu diperhitungkan karena rumah konvensional biasanya memiliki plafon yang memengaruhi jarak pemasangan. Jarak titik tertinggi atap menuju titik kontrol menentukan kebutuhan kabel.
“Kalau terlalu jauh menaruh posisi kontrol, biaya juga ikut naik karena kabel akan bertambah,” tutur Ghadafi. Harga kabel yang tinggi membuat efisiensi jarak penting.
Rumah lama perlu diperiksa karena kondisi material kayu atau rangka galvalum dapat berubah seiring usia. Pemeriksaan mencakup karat, rayap, bagian kropos, serta kekuatan konstruksi.
“Jangan sampai material sudah dibeli, ternyata supporting konstruksinya tidak cocok,” ucap Ghadafi. Kondisi tersebut dapat menunda pemasangan dan menambah biaya untuk support tambahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....