Sambut HUT BNPP ke-16, PLBN Motaain Gelar Ragam Bakti, Aksi Sosial serta Pasar Murah
- 16 Sep 2026 06:47 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Menyambut HUT ke-16, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Moataain menggelar berbagi kegiatan aksi sosial, pelayanan publik hingga pasar murah yang melibatkan masyarakat perbatasan Indonesia dan warga negara tetangga Timor Leste sengau wujud kepedulian terhadap masyarakat di wilayah perbatasan.
Beragam kegiatan yang diselenggarakan mendapatkan sambutan dari masyarakat luas karena keberdampakanya, baik melalui aksi sosial, bazar pasar murah dan pendekatan pelayanan publik di perbatasan.
Kepala Administrator PLBN Motaain, Maria Fatima Rika, S.STP, melalui Kasubid Pengembangan Kawasan PLBN Motaain, George Yorison Amtiran, S.Kom menyampaikan dalam menyemarakkan HUT BNPP, pihaknya (PLBN Motaain) telah menyusun sejumlah agenda penting yang bersentuhan langsung dengan segala kebutuhan masyarakat.
“Manyambut HUT PLBN Mota’ain telah merencanakan sejumlah agenda besar yang telah dilaksanakan dengan memperhatikan segal kebutuhan mendasar masyarakat,” ucap George pada Selasa, 15 September 2026.
Lanjut George menguraikan, agenda rangkaian kegiatan yang dimaksudkan Pertama diawali dengan aksi donor darah, disusul dengan pelayanan Samsat Keliling untuk mempermudah masyarakat perbatasan dalam mengurus administrasi kendaraan serta menggelar operasi pasar beras murah program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
“Kita ketahui bahwa kondisi gejolak ekonomi yang ada kita berusaha secara maksimal untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat baik melalui Samsat keliling untuk kepengurusan pajak dan kami telah bekerja sama dengan Bulog untuk menyediakan 2 ton beras SPHP, kemasan 5 kg dengan harga 60 ribu rupiah untuk menjawab kebutuhan akan pangan, dan ini mendapatkan respon positif dari masyarakat perbatasan, bahkan sampai warga yang tidak kebagian karena pendekatan pelayanan yang diberikan,” kata George.

Lanjut George menguraikan agenda dilanjutkan dengan aksi gotong royong pembersihan rumah ibadah yang memfokuskan pada tiga rumah ibadah yaitu Gereja Seroja, Gereja Silawan, dan Gereja Motaain.
George juga mengatakan bahwa memasuki hari kedua, Rabu, 16 September 2026, PLBN Motaain akan memfokuskan pergerakan pada aksi sosial di tiga titik berbeda.
Titik pertama menyasar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Desa Silawan, diikuti titik kedua di SD Inpres Tulakadi.
Di dua lokasi ini, akan dilakukan pembagian tumbler (botol minum) serta sosialisasi pengenalan tugas dan fungsi BNPP kepada anak-anak sejak dini.
Sementara titik ketiga akan dipusatkan di Panti Asuhan Onoboi untuk penyerahan bantuan sembako, dan pakaian layak pakai.
Mengenai puncak kegiatan, George mengatakan akan dilaksanakan pada Kamis, 17 September 2026, yang diisi dengan ibadah misa bersama dan pemotongan tumpeng secara sederhana.
"Momentum HUT tahun ini dirayakan dengan sederhana sebagai bentuk empati dan solidaritas karena beberapa wilayah di Indonesia sedang dalam status bencana, dan ada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah," ujar George
Kemeriahan nuansa perbatasan semakin terasa karena momen ini bertepatan dengan aktivitas rutin hari Selasa di PLBN Motaain.

Kesempatan yang sama Kasubid Fasilitasi dan Pelayanan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Yonathas Mau Buti, mengungkapkan bahwa kunjungan masyarakat dari negara tetangga mengalami peningkatan. Hal ini seiring dengan keberadaan Pasar PLBN yang menjadi salah satu daya tarik bagi warga untuk berkunjung ke kawasan perbatasan Indonesia dan Timor Leste.

Menurut Yonas, peningkatan kunjungan tersebut tidak terlepas dari adanya kolaborasi dalam pengelolaan dan pengembangan Pasar PLBN Motaain. Kehadiran pasar ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas perdagangan sekaligus mempererat hubungan sosial dan ekonomi antara warga kedua negara.
“Mengenai pasar hari Selasa agenda rutin yang sementara ini dirangkaikan dengan HUT BNPP, mengalami peningkatan pengunjung baik dari Indonesia maupun negara tetangga Timor Leste,” ucap Yonas.
Terkait transaksi keuangan, Yonas menegaskan bahwa seluruh aktivitas jual beli di area PLBN wajib menggunakan mata uang resmi Indonesia.
Keberadaan Pasar PLBN Motaain diharapkan terus memberikan manfaat bagi masyarakat perbatasan. Selain mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, pasar ini juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan pelayanan dan memperkuat interaksi masyarakat lintas negara. (KM)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....