Kuliah S-1 dan S-2 Lebih Singkat, Dosen Undana Sosialisasikan Program RPL
- 15 Sep 2026 05:59 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Universitas Nusa Cendana Kupang meluncurkan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk 11 program studi (prodi) pada jenjang Sarjana (S1) dan Magister (S2) yang membuka kesempatan bagi praktisi dan pakar profesional untuk meraih gelar akademik dalam meningkatkan kualifikasi pendidikan tanpa harus meninggalkan dunia profesi secara penuh dengan waktu yang relatif singkat.
Ketua Program Studi Ilmu Adminitrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Nusa Cendana Dr. Hendrik Toda S.Sos., M.Si saat mensosilisasikan jalur RPL untuk S-1 Ilmu Adminitrasi Negara di Aula LPP RRI Atambua Jumat 11 September 2026, menyampaikan program ini ditujukan bagi ASN, pegawai swasta, lulusan diploma tiga, pindahan dan pelaku usaha dengan pengalaman kerja diatas tiga tahun untuk memperoleh pengakuan akademik atas pengalaman kerja dan kompetensi praktis yang telah dimiliki oleh para pekerja.
Dirinya menambahkan melalui jalur ini, mahasiswa RPL dapat menempuh pendidikan dengan durasi yang lebih singkat dibandingkan jalur reguler karena sebagian besar beban studi telah terpenuhi melalui pengalaman kerja.
Dr. Hendrik Toda menjelaskan melalui RPL lulusan sarjana dapat menyelesaikan pendidikan dalam rentang waktu 1,5 tahun dan program magister dapat menyelesaikan pendidikan dalam waktu 1 tahun sesuai dengan rekognisi dan pengalaman peserta didik yang berbeda dengan jalur reguler.
| Baca juga: Untrib Kalabahi Tingkatkan Layanan Akademik |
“ Jadi RPL bertujuan untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan bagi ASN, pegawai swasta, lulusan diploma tiga, pindahan dan pelaku usaha, dimana memiliki porfolio seperti Ijazah, sertifikat, pelatihan surat tugas, bukti pendukung keterangan kerja dari instansi/perusahaan tempat bekerja yang merinci posisi, SK penugasan maupun sertifikat pelatihan / kompetensi sertifikat, uji kompetensi atau workshop profesi yang akan digunakan untuk mengonversi mata kuliah RPL, dengan itu masa kuliah lebih relatif singkat 2 semeter kuliah 1 semester untuk menulis skripsi, berbeda dengan program kuliah reguler,” ucap Dr. Hendrik Toda.
Program ini menawarkan masa studi yang singkat sehingga memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Selain itu, program ini dinilai lebih hemat biaya dan efisien waktu karena didukung oleh sistem pembelajaran secara daring maupun luring (offline).
Menurutnya, melalui Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), masyarakat dapat memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dengan mengakui pengalaman dan pembelajaran yang telah diperoleh sebelumnya. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu untuk menempuh pendidikan tinggi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa RPL juga menjadi bagian dari strategi untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM) yang unggul di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). (KM)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....