UGM Yogyakarta Hadirkan Beragam Program Riset di Belu

  • 21 Mei 2026 13:22 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID. Atambua – Koordinator Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Crossborder Partnership Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Muhammad Sulaiman, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama erat yang terjalin dengan Pemerintah Kabupaten Belu, Universitas Nusa Cendana (UNDANA), Universitas Pertahanan RI (UNHAN RI) Kampus Belu, serta berbagai mitra strategis termasuk lembaga dari Timor Leste. Kerja sama ini menjadi landasan kuat bagi pelaksanaan berbagai program pengabdian dan penelitian yang dirancang khusus untuk kemajuan wilayah perbatasan, Rabu 20 Mei 2026.

Dr. Sulaiman mengungkapkan bahwa kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari inisiatif yang telah dirintis sejak tahun 2024 silam. Tahun ini, UGM kembali merencanakan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaboratif yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juni mendatang, dengan kembali melibatkan mitra dari Timor Leste agar sinergi lintas negara terus terjalin dan semakin kokoh.

“Kami berharap inisiatif besar ini terus berlanjut dan berkembang semakin baik. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus menjadi sarana berharga bagi para mahasiswa untuk belajar langsung dari kehidupan nyata di lapangan,” ujar Dr. Sulaiman.

Lebih dari sekadar kegiatan akademik, ia menekankan bahwa kehadiran mahasiswa di wilayah perbatasan memiliki makna strategis dalam pembentukan karakter dan wawasan kebangsaan. Wilayah Belu menjadi ruang belajar langsung bagi para mahasiswa yang datang dari berbagai penjuru Indonesia, untuk memahami makna keindonesiaan, merasakan suasana kedamaian di wilayah perbatasan, serta memahami keberagaman budaya dan sosial yang ada.

“Tujuan utamanya adalah mencetak generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi memiliki wawasan kebangsaan yang kuat dan mampu berkontribusi secara memadai bagi negara. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai besar yang selalu ditekankan oleh kampus UGM,” tambahnya.

Beragam program unggulan telah disiapkan dan akan dilaksanakan lintas disiplin ilmu, yang mencakup berbagai sektor penting pembangunan daerah:

  • Bidang Lingkungan & Sumber Daya Alam: Meliputi penelitian Daerah Aliran Sungai (DAS) perbatasan, eksplorasi sumber air, kajian ekosistem hutan bakau (mangrove), hingga penelitian mendalam mengenai fenomena alam di kawasan Fulan Fehan.
  • Bidang Sosial & Budaya: Melakukan kajian mendalam terkait pelestarian dan pengembangan Festival Fulan Fehan, guna mendukung promosi budaya dan pariwisata daerah.
  • Bidang Pertanian: Melakukan kajian dan penelitian terapan yang akan disinergikan langsung dengan dinas teknis terkait, guna meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan.
  • Bidang Kesehatan: Fokus pada penelitian kondisi kesehatan masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan negara.

Dr. Sulaiman berharap, seluruh inisiatif ini dapat berjalan lancar dengan arahan dari Pemerintah Kabupaten Belu. Di akhir sambutannya, ia menegaskan komitmen UGM untuk terus menjaga kekompakan dan memperkuat kolaborasi dengan semua pihak demi membangun wilayah perbatasan yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing ke depannya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....