Berniat Mencari Ikan Dua Siswa SD di TTU Meninggal Terjebak Lumpur

  • 14 Sep 2026 21:09 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Peristiwa tragis menimpa dua orang anak SD, karena tenggelam dan mati setelah pulang dari sekolah dan menyinggahi sebuah bak penampung air yang sudah termakan usia untuk mencari ikan di Kampung Upmetan Desa Sainoni, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara. Musibah yang memprihatinkan itu menimpa anak dengan inisial M.S.A berusia 8 tahun dan T.F yang juga berusia 8 tahun. Hal ini disampaikan oleh Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote, S.I.K.,M.M melalui Kasi Humas AKP Anselmus Pera pada Senin 14 September 2026.

‎Menurut AKP Anselmus bahwa, pada pukul 11.00 WITA, korban M.S.A dan korban lain T.L bersama teman sekolahnya sebagai yakni G.A.S, A.K, dan G.A, kembali dari sekolah mereka di SDN Sainoni. Saat kembali dari sekolah itu kedua korban bersama teman-teman melewati jalur belakang di Oetfo. Sesampainya di Cekdam Oetfo, salah satu korban yakni T.L bersama teman-teman berniat masuk ke sebuah baik penampung air yang berusia tua untuk melihat ikan.

‎"Namun sebelum masuk ke dalam baik air itu, T.L masih duduk di atas bak tersebut yang mana permukaan pasangannya tidak rata dan sudah mulai rusak, karena penampungan air dimaksud telah dibangun pada tahun 1985. Dugaan sementara, korban kemungkinan tergelincir sehingga T.L terjatuh ke dalam bak penampung berukuran 2m x 4m dengan kedalaman mencapai 2,5m", kata AKP Anselmus.

‎Ia melanjutkan bahwa, setelah melihat T.L terjatuh ke dalam bak penampung itu, korban lain yakni M.S.A spontan membuka sepatunya dan melompat masuk ke dalam bak naas itu untuk menolong temannya (T.L). Tetapi berselang beberapa waktu kedua korban tidak muncul ke permukaan. Dugaannya adalah kedua korban terjebak dalam lumpur pada bak penampung itu", ujar AKP Anselmus.

‎"Melihat kedua korban tidak muncul kembali di permukaan air yang ada pada bak penampung naas itu, G.A.S berupaya untuk menolong dengan berteriak pada seorang anak SMA yang kebetulan melintas di TKP supaya menolong para korban. Saat ini personil Polres TTU masih berupaya meminta keterangan dari anak SMA tersebut yang pada saat itu ikut mengevakuasi kedua korban", kata AKP Anselmus.

‎Kedua korban diduga tertanam di dalam lumpur yang ada pada bak penampung air yang sudah termakan usia. Lokasi kejadian ini juga berjarak sekira 8m dari cekdam Oetfo dan ada juga sebuah sumur. Dasar bak air yang jarang dibersihkan atau embung terbuka sering kali mengendapkan lumpur tebal yang dapat mengikat kaki anak-anak saat dipijak, membuat mereka panik dan kesulitan naik ke permukaan", ucap AKP Anselmus (SK).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....