Jalan rusak dan Ketiadaan Jembatan Hambat Aktifitas Masyarakat Desa Leosama Belu

  • 14 Sep 2026 14:55 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Ruas jalan masuk ke wilayah Desa Leosama Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu bisa dibilang cukup memperihatinkan. Akses jalan sebatas jalan perkerasan dibangun sejak beberapa tahun silam sebagian besar kondisi rusak berat, cukup menyulitkan akses kendaraan roda empat maupun sepeda motor saat melintas.

Akses jalan masuk ke perkampungan dari ruas jalan umum tepatnya di bawah pintu masuk ke Universitas Pertahanan Unhan Ben Mboy Atambua, kurang lebih 500an meter sudah dalam kjondisi rusak berat.

Pemerintah Desa setempat menggunakan alokasi anggaran dana desa beberapa tahun lalu sempat membangun rabat jalan melakukan semenisasi. Sekedar bisa mempermudah kendaraan melintas maupun pejalan kaki itu pun hanya beberapa meter.

Dikarenakan seringkali dilalui kendaraan kondisi jalan yang ada kembali berlubang. Banyak kerikil lepas berhamburan di badan jalan menyulitkan akses kendaraan maupun pejalan kaki.

Belum lagi menuju ke desa Leosama harus juga melewati alur sungai memperparah akses masyarakat keluar masuk perkampungan atau pun urusan ke kantor desa. Apalagi musim penghujan tiba seringkali masyarakat kesulitan seperti menjual hasil bumi ke kota Atambua, termasuk anak-anak ke sekolah terhambat, hal ini dikarenakan belum terbangun sarana jembatan penghubung.

“Baru baru ini dinas PU datang lakukan kajian teknis tapi katanya tanah berpasir jadi belum bisa bangun jembatan. Kalau hujan susah lebih-lebih anak-anak ke sekolah terhambat tunggu bannjir reda bar uke sekolah,” kata Maria Elisabet saat disambangi rri.co.id, Senin 14 September 2026.

Sekretaris desa Leosama Servasius Koli kepada rri.co.id mengatakan tidak saja masyarakat desa mengeluhkan kondisi jalan rusak masuk ke perkampungan, setiap yang berkunjung menyampaikan hal yang sama.

Ia mengungkapkan menyangkut sarana jembatan oleh pihak Dinas Pekerjaan Umum Belu sudah pernah ke lokasi dan melakukan kajian teknis mengambil sampel tanah.

Hasil uji laboratorium katanya kontur tanah berpasir, sehingga belum bisa dilakukan pembangunan jembatan penghubung. Sementara untuk perbaikan jalan upaya yang bisa dilakukan melalui rabat jalan itu pun belum bisa dilakukan diperhadapkan kesulitan anggaran.

“Jembatan ini Dinas PU ke sini mereka uji Lab tanah hasilnya tidak bisa dikarenakans emua dibawah pasir jadi tidak bisa. Kalau jalan des akita bisa rabat tapi belum karena anggaran ada evisiensi,” ucap Sekretaris Desa Servasius Koli.

Ia menyebut dari tahun ke tahun di setiap kesempatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Kakuluk Mesak Belu selalu menjadi usulan prioritas Masyarakat desa Leosama perihal persoalan akses jalan dan jembatan.

Setiap keluhan masyarakat agar pemerintah sedianya memperhatikan kondisi riil yang ada, namun sejauh ini masih sebatas usulan belum kunjung terjawab.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....