Nautika Foundation Tampilkan Perkembangan Produk dan Inovasi Lokal di Wisma Raya
- 14 Sep 2026 14:54 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Pekan Wisma Raya II di Kabupaten Alor menghadirkan beragam produk UMKM dan pertunjukan budaya yang dapat dinikmati masyarakat. Kegiatan ini mempertemukan pelaku usaha dengan pengunjung melalui berbagai produk lokal yang tidak hanya ditampilkan, tetapi juga diperkenalkan melalui proses dan inovasi yang dikembangkan masyarakat.
Salah satu yang ikut memperlihatkan perkembangan tersebut adalah kelompok dampingan Nautika Foundation. Pada pelaksanaan Wisma Raya pertama, Nautika Foundation bersama kelompok dampingan baru membuka dua stan. Tahun ini, kehadiran mereka berkembang dengan lebih banyak produk dan inovasi yang ditawarkan kepada pengunjung.
Program Manager Nautika Foundation, Haries Sukandar, mengatakan keikutsertaan dalam Pekan Wisma Raya memberikan kesempatan kepada kelompok dampingan untuk memperkenalkan hasil usaha sekaligus melihat secara langsung tanggapan masyarakat terhadap produk yang dikembangkan.
“Tahun lalu kami baru membuka dua stan, sekarang sudah berkembang. Ini momentum yang pas bagi kami untuk menunjukkan bahwa Alor memiliki potensi yang sangat kaya dan layak bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujar Haries kepada rri.co.id, Minggu 13 September 2026
Perkembangan tersebut salah satunya terlihat dari kelompok Ikan Asap Sebanjar Maju. Kelompok ini mengolah ikan segar dari Alor menjadi ikan asap dan sambal ikan asap. Pada Pekan Wisma Raya II, produk baru turut diluncurkan, yaitu nasi goreng ikan asap yang dapat dicicipi langsung oleh pengunjung.
Inovasi tersebut memperlihatkan bahwa hasil perikanan lokal dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk olahan. Ikan yang diperoleh dari perairan Alor tidak hanya dipasarkan sebagai ikan segar, tetapi juga diolah menjadi beragam produk makanan yang memberikan pilihan berbeda bagi konsumen.
Produk lainnya hadir melalui Alor Besar Craft yang memanfaatkan limbah kayu dan sisa kain tenun menjadi kerajinan. Sementara itu, Sentra Tenun Gunung Mako membawa berbagai kain tenun dan memperlihatkan secara langsung betapa panjang, sulit, sekaligus menariknya proses menenun kepada pengunjung. Cara tersebut membuat pengunjung tidak hanya melihat hasil akhirnya, tetapi juga mengenal proses yang dilakukan para perajin.
Selain kelompok usaha, tahun ini Nautika Foundation telah membentuk komunitas anak muda melalui Aruna Muda. Sekitar 50 pemuda dari Kecamatan Kabola, Teluk Mutiara, Alor Tengah Utara, Alor Barat Laut, dan Alor Barat Daya dilibatkan untuk mengenalkan potensi UMKM, alam, dan ekowisata yang ada di wilayah masing-masing.
Keterlibatan anak muda tersebut diarahkan untuk memperkenalkan berbagai potensi di daerah mereka, baik yang sudah dikembangkan maupun yang masih dapat dikembangkan. Upaya ini diharapkan dapat membuat generasi muda melihat potensi lokal tidak hanya sebagai kekayaan daerah, tetapi juga sebagai bagian dari pilihan kegiatan ekonomi masyarakat.
“Semenjak kami bersama program Aruna Muda, kami semakin disadarkan betapa kayanya potensi ekonomi, alam, dan ekowisata yang bisa didorong untuk memberikan pilihan perekonomian di Kabupaten Alor,” kata Haries.
Ia berharap pengembangan produk lokal dan keterlibatan anak muda dapat terus berlanjut agar semakin banyak potensi UMKM, alam, dan ekowisata di Kabupaten Alor yang dapat dikembangkan serta memberi manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....