Pos Indonesia Masih Eksis di Era Digitalisasi

  • 06 Jun 2026 00:14 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua –Keberadaan PT. Pos Indonesia masih eksis hingga era digitalisasi saat ini bahkan hingga perbatasan negeri. Hal disampaikan Eka Presetyo Yudia - Executive Manager PT Pos Indonesia Kantor Cabang Atambua, kepada rri.co.id, Rabu 3 Juni 2026. Ia menegaskan usia panjang Pos Indonesia menunjukkan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman.

“Kita sudah akan memasuki usia 280 tahun, sebab PT. Pos Indonesia sudah ada sejak 26 Agustus 1746. Waktu yang tidak sebentar untuk bertransformasi dan tetap eksis sampai sekarang,” katanya saat menjadi narasumber Program Obrolan Komunitas RRI Atambua.

Eka Yudia menjelaskan Pos Indonesia dahulu dikenal hanya sebatas layanan pengiriman surat dan wesel. Kini perusahaan telah berubah menjadi lebih adaptif mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat modern.

“Kami masih eksis dengan banyak dinamika dan perubahan dari zaman ke zaman, mungkin dulu hanya surat dan wesel, sekarang menjadi perusahaan logistik,” ucapnya. Transformasi tersebut terlihat dari layanan pengiriman yang kini dapat dilacak secara digital, dan pengguna dapat memantau paket secara langsung melalui sistem pelacakan yang tersedia.

Eka Presetyo Yudia - Executive Manager PT Pos Indonesia Kantor Cabang Atambua, saat hadir di studio sebagai narasumber Program Obrolan Komunitas Pro 1 RRI Atambua (Foto:Tangkapan Layar RRI Atambua)

Menurut Eka selain layanan logistik, Pos Indonesia mengembangkan jasa keuangan berbasis digital, inovasi ini menjadi bagian dari strategi menghadapi era digitalisasi yang terus berkembang. “Kami punya jasa keuangan yang kini bertransformasi menjadi financial technology,” ucapnya.

“Produk digital kami bernama Pospay sebagai pos dalam genggaman,” katanya. Aplikasi Pospay memungkinkan masyarakat melakukan berbagai transaksi secara praktis. Layanan mencakup pembayaran pajak, listrik, hingga kebutuhan finansial lainnya.

Lanjutnya dengan Pospay, masyarakat dapat melakukan transaksi seperti di kantor pos, dan semua bisa dilakukan hanya melalui aplikasi di ponsel,” ujarnya. Selain itu, Pos Indonesia juga menghadirkan layanan penjemputan paket langsung ke rumah. Fitur ini mempermudah masyarakat dalam mengirim barang tanpa harus ke kantor pos.

“Kami punya layanan pick up service untuk jemput paket di rumah,cukup klik di Pospay, paket akan kami ambil,” ucapnya. Ia menambahkan, meski layanan surat mulai berkurang, beberapa komunitas masih mempertahankannya. Filatelis dan sahabat pena tetap menjadi bagian dari ekosistem layanan Pos Indonesia.

“Masih ada yang melakukan surat-menyurat dan koleksi perangko sampai sekarang, namun kami tetap harus adaptif terhadap perkembangan zaman,” tuturnya. Transformasi ini menjadi bukti Pos Indonesia terus berevolusi mengikuti kebutuhan masyarakat. Keberadaan selama ratusan tahun menjadi dasar kuat dalam menghadapi tantangan masa depan. “Kami harus adaptif terhadap pasar dan perkembangan zaman. Itulah alasan kenapa Pos Indonesia masih eksis sampai sekarang,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....