Perpustakaan Daerah Belu terus Bertranformasi Melalui Pojok Baca Digital
- 14 Sep 2026 05:13 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Transformasi digital di sektor perpustakaan terus dilakukan untuk meningkatkan minat dan kebiasaan membaca masyarakat, salah satunya melalui pengembangan pojok baca yang memanfaatkan teknologi digital. Kehadiran pojok baca dinilai mampu mendekatkan akses masyarakat terhadap bahan bacaan sekaligus menciptakan suasana membaca yang lebih menarik dan mudah dijangkau.
Kepala Bidang Layanan Otomasi dan Kerja Sama Dinas Perpustakan dan Kearsipan Kabupaten Belu Frans Ferdinand Bere Mayor, S.Sos mengatakan, transformasi digital menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan perpustakaan di tengah perubahan kebiasaan masyarakat yang semakin dekat dengan teknologi.
“Melalui transformasi ini, perpustakaan tidak hanya menyediakan koleksi dalam bentuk buku fisik, tetapi juga mulai mendorong pemanfaatan sumber bacaan digital,” ucap Frans Edi, pada Jumat 11 September 2026.
Menurutnya, keberadaan pojok baca dapat menjadi salah satu strategi untuk membangun budaya membaca sejak dari lingkungan terdekat masyarakat.
“Pojok baca kita manfaatkan sebagai sarana mendekatkan buku dan informasi kepada masyarakat. Dengan dukungan teknologi digital, masyarakat memiliki pilihan untuk mengakses bahan bacaan secara lebih mudah dan sesuai dengan kebutuhan,” ujar Frans Edi.
Menurutnya melalui pemanfaatan teknologi juga memberikan kesempatan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal berbagai sumber informasi dan literasi digital. Namun, perlu diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam memilih serta menggunakan informasi secara bijak.
Kepala Bidang Perpustakaan menambahkan, Selain menyediakan bahan bacaan, pojok baca juga dapat menjadi ruang interaksi bagi masyarakat melalui kegiatan membaca bersama, diskusi, mendongeng, maupun kegiatan literasi lainnya. Langkah tersebut dapat membuat kegiatan membaca tidak lagi dianggap sebagai aktivitas yang membosankan.
Ia berharap pengembangan pojok baca dan layanan berbasis digital dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan sekolah, pemerintah desa, komunitas, keluarga serta masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar kebiasaan membaca dapat tumbuh tidak hanya di lingkungan pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. (KM)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....