Kesan Mahasiswa UGM Terhadap Keramahan Masyarakat Atambua
- 11 Sep 2026 19:35 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Mahasiswa KKN UGM Bonifasius Karel membagikan pengalamannya dalam obrolan Pro 2 Atambua, jumat 4 september 2026. Kesempatan ini merupakan perdana baginya menapakkan kaki di wilayah perbatasan Kabupaten Belu.
"Ini pertama kali dalam seumur hidup saya ke atambua dan masyarakat di sini sangat ramah" ujarnya. “Kebiasaan warga yang sangat respek, saling menyapa saat berpapasan menjadi pengalaman baru yang berkesan buat saya.”
Kehadiran 30 mahasiswa UGM dari empat klaster ilmu, bertujuan menggali potensi di daerah perbatasan Indonesia dengan Timor Leste. Mereka terbagi ke tiga desa, yaitu Desa Sadi, Desa Tulakadi, dan Desa Lasiolat daerah kabupaten belu.
"Kami bersatu padu kemudian dibagi ke tiga desa untuk menjalankan program kerja interdisipliner," katanya. Selaku koordinator unit, ia bertugas mengontrol kegiatan seluruh rekan mahasiswa di lapangan.
Edukasi mengenai pentingnya pendidikan tinggi menjadi salah satu fokus utama keberadaan mereka di Belu. Mahasiswa hadir memberikan inspirasi langsung agar anak-anak perbatasan berani bermimpi melanjutkan sekolah tinggi.
"Melalui sosialisasi dan mengajar di sekolah, kami ingin membuktikan bahwa pendidikan dapat dicapai semua," ucapnya. Pendekatan langsung ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia setempat secara berkelanjutan.
Program KKN ini diharapkan mampu membawa dampak positif yang nyata bagi masyarakat perbatasan Belu. Sinergi antara mahasiswa dan warga menjadi kunci utama keberhasilan seluruh rangkaian kegiatan tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....