Dinkes Belu Pacu CKG, Capain Target Umum 30,86 % sementara Target Sekolah 28,8 %
- 31 Agt 2026 05:15 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Kesehatan gencar mendorong pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG), upaya ini sebagai langkah nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus melakukan pencegahan berbagai penyakit sejak dini.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu dr. Bathseba Elena Corputty, MARS menyampaikan per 25 Agustus 2026, progres pelaksanaan CKG berdasarkan data Pusdatin di Kabupaten Belu untuk target umum telah mencapai 30,86 % dari target tahunan 46% dan CKG anak sekolah mencapai 28,8 % dari target tahunan 35%.
“Saat ini seluruh Puskesmas masih gencar melakukan CKG, baik ditingkat sekolah, masyarakat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pencegahan penyakit sejak dini,” ujar dr Elen diruang kerjanya pada Rabu 26 Agustus 2026.
dr. Ellen menjelaskan, capaian tersebut menjadi indikator penting dalam mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai langkah deteksi dini terhadap berbagai risiko penyakit.
Ia menambahkan pelaksanaan program CKG merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat dengan melakukan skrining kesehatan dasar sebagai langkah preventif untuk mengidentifikasi risiko penyakit sejak dini, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Menurutnya melalui kegiatan ini, masyarakat dapat mengetahui secara dini jenis penyakit yang diderita, sehingga penanganan dapat segera dilakukan dan risiko ancaman kesehatan yang lebih serius dapat dicegah secara dini.
“Mari semua, lindungi diri dengan mengikuti CKG untuk skrining kesehatan sebagai deteksi dini,” ucap dr. Elen Corputry.
Selain itu, dalam pelaksanaan dr. Ellen juga menyoroti minimnya partisipasi masyarakat dalam mengikuti program CKG namun memastikan program berjalan optimal, selain akurasi dan ketepatan data, pihaknya mengencarkan strategi cerdas yakni melalui pelayanan jemput bola yang menyasar secara langsung ke sekolah-sekolah dan kantor-kantor untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memeriksa kesehatan diri.
“Jadi selain melayani di Puskemas untuk CKG, kita juga melakukan pelayanan jemput bola yakni berkunjung ke sekolah-sekolah dan kantor-kantor, Posyandu atau tempat yang ramai dikunjungi hingga Car Free Day untuk melaksanakan pemeriksaan CKG,” ucap dr Elen.
Di sisi lain, dr. Ellen mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan dalam menyukseskan pelaksanaan Program CKG. selain persoalan rendahnya partisipasi masyarakat yang diatasi melalui pelayanan jemput bola, keterbatasan jaringan dan akses menuju sejumlah wilayah juga masih menjadi kendala serius. Namun, demi mewujudkan masyarakat yang sehat, pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal dan merata, termasuk menjangkau masyarakat di wilayah pelosok dengan kondisi medan yang sulit diakses, sehingga seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat layanan kesehatan.
Sementara mengenai temuan jenis penyakit yang dominan di lapangan, Kadinkes Belu ini menjabarkan penyakit yang mendominasi yakni Darah Tinggi, Diabtes, Asam Urat dan Kolesterol, Menurutnya dengan temuan ini, masyarakat selain mendapatkan sosialisasi edukasi dan informasi juga dihimbau untuk lebih peduli terhadap kesehatan agar tidak menimbulkan persoalan serius kedepannya.
Selain itu, pihak Puskesmas juga terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi SATUSEHAT sebagai bagian dari transformasi digital layanan kesehatan. Namun demikian, bagi masyarakat yang belum memiliki akses terhadap teknologi, pelayanan tetap diberikan secara langsung melalui kegiatan jemput bola maupun kunjungan ke fasilitas kesehatan.
Melalui program CKG, dr.Ellen Corputry, juga meyakini beban layanan kesehatan kuratif dapat berkurang, karena masyarakat telah lebih dulu melakukan pencegahan karena program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mewujudkan sistem kesehatan yang berorientasi pada promotif dan preventif.
“ Mari semua, lindungi diri dengan mengikuti CKG untuk skrining kesehatan, sebagai deteksi dini,” ucap dr.Elen Corputry.
Memastikan program ini berjalan dengan Optimal, Kadinkes Belu berharap dukungan penuh dari semua pihak, baik tenaga kesehatan, pemerintah daerah, maupun masyarakat, dengan itu Program CKG dapat berjalan optimal dan memberikan dampak yang lebih luas. Ia optimistis melalui sinergi yang kuat, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera. (KM)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....