Dari Lahan Berbatu Menjadi Produktif, Kebun di Mali Kini Hasilkan Pangan

  • 29 Agt 2026 07:41 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Lahan yang sebelumnya hanya berupa tanah kosong dengan hamparan batu karang di wilayah Mali, Kabupaten Alor, kini berubah menjadi kebun produktif yang menghasilkan berbagai komoditas pangan. Lahan pribadi seluas sekitar satu hektare tersebut dikembangkan oleh pemilik kebun, Imanuel Maaf, sebagai bagian dari upaya memanfaatkan lahan secara produktif.

Proses mengubah lahan tersebut menjadi kebun tidak dilakukan dalam waktu singkat. Berbagai upaya dilakukan untuk mengolah dan menata lahan yang sebelumnya didominasi batu karang hingga dapat ditanami sejumlah komoditas pertanian.

Saat ini, kebun tersebut telah dikelola oleh tiga orang pekerja yang secara rutin melakukan perawatan tanaman. Sejumlah komoditas yang dikembangkan di antaranya pisang, pepaya, semangka, dan melon yang menjadi bagian dari hasil produksi kebun.

Imanuel Maaf mengatakan perubahan lahan tersebut menjadi kebun produktif merupakan hasil dari proses dan kerja keras yang dilakukan secara bertahap. Menurutnya, kondisi lahan yang awalnya kosong dan penuh batu karang tidak menjadi alasan untuk membiarkannya tidak dimanfaatkan.

“Awalnya lahan ini kosong dan banyak batu karang. Kami kemudian berusaha mengolahnya sedikit demi sedikit sampai akhirnya bisa menjadi lahan yang menghasilkan. Sekarang sudah ada tiga pekerja yang membantu mengelola dan merawat kebun ini,” ujar Imanuel Maaf. Jumat, 28 Agustus 2026.

Ia berharap pemanfaatan lahan tersebut tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Alor. Hasil kebun juga diharapkan dapat ikut mendukung kebutuhan pangan bergizi, termasuk dalam program Makan Bergizi Gratis.

“Yang paling penting bagi kami adalah bagaimana lahan yang sebelumnya tidak menghasilkan bisa menjadi produktif. Mudah-mudahan hasil kebun ini terus berkembang, bisa membantu ketahanan pangan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Pengembangan kebun tersebut sekaligus menunjukkan bahwa lahan dengan kondisi yang kurang produktif masih dapat diolah menjadi sumber pangan apabila dikelola dengan tekun dan berkelanjutan. Keberadaan tiga pekerja yang terlibat dalam pengelolaan kebun juga membuka lapangan pekerjaan sekaligus mendukung aktivitas pertanian lokal di wilayah Mali, Kabupaten Alor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....