Kelompok Belajar Desa Fanating Dorong Perubahan Karakter Anak

  • 29 Agt 2026 07:48 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Mentor Kelompok Belajar Desa Fanating, Maria Astuti, mengatakan pembinaan anak-anak dalam kelompok belajar tidak hanya diarahkan pada peningkatan jumlah peserta, tetapi juga kualitas dan perubahan karakter dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Maria, keberhasilan kelompok belajar tidak cukup diukur dari banyaknya anak yang mengikuti kegiatan. Perubahan perilaku, cara bersosialisasi, serta nilai-nilai kehidupan yang diterapkan anak setelah mengikuti pembinaan menjadi bagian penting yang terus diperhatikan oleh para mentor.

“Targetnya penambahan sejumlah pasti, tapi dalam segi kualitas itu juga penting. Karena kalau tidak diimbangi, banyak juga tidak baik. Jadi bukan hanya segi angka, tapi nilai kehidupan mereka juga memang ada perubahan ketika masuk ke tempat ini,” ujar Maria Astuti. Jumat, 28 Agustus 2026.

Ia mengakui dalam proses pembinaan terdapat sejumlah tantangan, termasuk ketika anak mendapatkan teguran atau nasihat mengenai cara berpakaian maupun penggunaan media sosial. Kondisi tersebut membuat sebagian anak memilih bertahan, sementara lainnya memutuskan tidak lagi mengikuti kegiatan kelompok belajar.

Maria menjelaskan, pembinaan yang dilakukan kelompok belajar juga menekankan nilai-nilai kehidupan dan keagamaan. Meski terbuka bagi anak dari latar belakang agama berbeda, kegiatan tetap mengajarkan nilai-nilai kebaikan berdasarkan ajaran Kristus, dengan penekanan pada hubungan dan perilaku anak dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita tidak hanya mengajarkan secara akademis, tetapi dari perhubungan mereka itu yang terutama. Saya berharap setelah mengikuti kegiatan ini, mereka bisa memikirkan kembali hal-hal buruk yang sulit mereka tinggalkan, seperti berbohong, memukul teman, atau memaki,” katanya.

Maria berharap momentum kegiatan yang diikuti anak-anak dapat menjadi ruang untuk melakukan refleksi dan mendorong perubahan dalam diri mereka. Anak-anak diharapkan mampu meninggalkan kebiasaan yang tidak baik, menghargai orang tua, memperbaiki hubungan dengan teman, serta menjadi pribadi yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

Ia menambahkan, pembinaan tersebut diharapkan tidak berhenti selama anak berada di kelompok belajar, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak diharapkan semakin menyadari pentingnya melakukan kebaikan dan mengingat bahwa setiap berkat serta kesempatan yang mereka terima merupakan anugerah dari Tuhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....