Rohaniawan Katolik Ajak PMKRI Belu Rendah Hati dalam Pelayanan

  • 22 Agt 2026 06:50 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Rohaniawan Katolik Diakon Keuskupan Atambua Yanuarius Vernando Lake mengajak kepengurusan PMKRI untuk mengedepankan sikap kritis, rendah hati, serta bertanggung jawab dalam menjalankan tugas pelayanan, baik di lingkungan Gereja maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal ini diungkapkan dirinya dalam pelantikan kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Atambua ST. Yohanes Paulus II Periode 2026/2027 yang berjumlah 12 orang Kamis 20 Agustus 2026 di Aula Dharma Wanita Betelalenok Atambua.

Menurut Yanuarius, organisasi yang berintegritas tidak semata-mata berkaitan dengan jabatan dan kewenangan, tetapi merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan penuh ketulusan serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.

Ia menginginkan kepengurusan yang baru mampu melihat berbagai persoalan secara kritis, sehingga setiap keputusan yang diambil tidak hanya berorientasi pada kepentingan pribadi maupun kelompok, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi banyak orang.

“ Bersikap kritis dalam melihat persoalan, tetapi tetap rendah hati dalam menjalankan pelayanan. Kritik bukan untuk menjatuhkan, melainkan menjadi bagian dari upaya memperbaiki keadaan,” ujar Yanuarius.

Selain itu ia menginginkan PMKRI periode 2026/2027 terus melakukan berbagai kreatfitas dan inovatif untuk hereja dan masyarakat, dengan penuh rendah hati, Yanuarius juga mengingatkan dalam menjalankan pelayanan menjaga marwah organisasi, integritas dan terus bergerak bersama dalam semangat sinodalitas.

Ia menjelaskan, sikap rendah hati menjadi salah satu modal penting dalam kepemimpinan karena seorang pemimpin tidak mungkin bekerja sendiri. Pemimpin perlu membuka ruang dialog, mendengarkan masukan, serta menghargai pandangan orang lain.

Menurutnya, nilai-nilai rendah hati sangat relevan dalam kehidupan berbangsa. Pemimpin yang kritis dan rendah hati akan lebih mudah membangun komunikasi dengan masyarakat serta menciptakan suasana pelayanan yang mengutamakan kepentingan bersama.

Ia berharap generasi muda juga dapat dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga karakter, moralitas dan semangat pengabdian karena ketika dibangun atas dasar pelayanan, kerendahan hati dan sikap kritis mampu memperkuat kehidupan Gereja sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan bangsa. (KM)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....