Bupati TTU Sampaikan Duka Mendalam dan Empati untuk Korban Gempa Flores

  • 17 Agt 2026 13:46 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, menyampaikan duka cita mendalam dan rasa empati kepada masyarakat Flores yang terdampak bencana gempa bumi pada Sabtu lalu. Dimana musibah tersebut menelan puluhan korban jiwa dan ribuan masyarakat terpaksa harus mengungsi sementara waktu.

‎Pernyataan empati tersebut disampaikan Bupati Yosep Falentinus Dellasale Kebo, saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung di halaman Kantor Bupati TTU, pada Senin 17 Agustus 2026.

‎"Musibah gempa bumi yang melanda wilayah Flores merupakan duka bersama seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur tak terkecuali masyarakat TTU. Karena itu, atas nama Pemerintah Kabupaten dan seluruh masyarakat TTU, saya menyampaikan duka cita yang mendalam dan rasa empati yang setulus-tulusnya kepada seluruh saudara-saudari kita di Flores yang sedang menghadapi dampak bencana gempa bumi,” ujar mantan TNI ini.

‎Menurut Bupati Falent bahwa, dalam situasi bencana gempa bumi seperti ini, masyarakat tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Kepedulian, kebersamaan dan semangat saling menguatkan menjadi kekuatan penting bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit di Flores.

‎“Kita semua tentu merasakan kesedihan dan keprihatinan atas musibah yang terjadi. Dalam suasana seperti ini, marilah kita saling menguatkan, menjaga kepedulian dan kebersamaan, serta memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan. Jadi masyarakat Flores tidak sendiri dalam menghadapi bencana gempa bumi tersebut", kata Pendiri Ormas Beta Timor ini.

‎Bupati Falent secara tegas menyatakan masyarakat Flores tidak sendiri. Duka dan keprihatinan saudara-saudari kita adalah duka dan keprihatinan kita bersama. Ia mendokan dan berharap masyarakat Flores yang terdampak bencana dapat segera bangkit dan kembali menata kehidupan dengan penuh harapan", kata Bupati Falent.

‎Menurut Bupati Falent bahwa, semangat kemerdekaan yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus harus dimaknai tidak hanya dalam konteks sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama. Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, harus menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan sebagai sesama anak bangsa, termasuk ketika sebagian masyarakat Indonesia sedang menghadapi bencana.

‎Ia mengajak seluruh masyarakat TTU untuk terus menjaga persatuan, kepedulian sosial dan semangat gotong royong. Kemerdekaan harus memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar upacara dan perayaan. Kemerdekaan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk menghadirkan kepedulian dan keberpihakan kepada masyarakat yang membutuhkan terutama yang menghadapi bencana alam Flores.

‎Menurut Bupati Falent bahwa, pemerintah yang berjiwa besar tidak boleh hanya hadir saat rakyat merayakan keberhasilan. Pemerintah harus hadir memeluk rakyatnya saat berada di titik terendah kehidupan. Semangat tersebut, harus menjadi dasar dalam pelaksanaan pembangunan di Kabupaten TTU, sehingga kemajuan daerah selalu berjalan seiring dengan nilai-nilai kemanusiaan.

‎Di tengah momentum HUT ke-81 RI, Bupati mengajak seluruh masyarakat TTU menjadikan persatuan dan kebersamaan sebagai modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Karena itu, ia mengajak masyarakat, pemuda, pelajar dan tokoh agama untuk bersama-sama menjaga persatuan dan menjauhi segala bentuk perpecahan. Sebab daerah ini dan segala macam pembangunannya adalah milik kita bersama dan kebersamaan adalah modal terbesar kita untuk melangkah maju,”kata Bupati Falent (SK).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....