Siswa Perbatasan Didorong Pahami Manfaat Pembelajaran Nyata

  • 14 Agt 2026 14:45 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Penerapan pembelajaran mendalam di perbatasan Belu bertujuan mengubah fokus belajar siswa dari sekadar hafalan. Metode inovatif ini mengarahkan anak untuk memahami materi secara menyeluruh demi masa depan mereka.

Demikian disampaikan Fransiskus Nestor Bere, S.Pd.,Gr, Fasilitator Daerah Pembelajaran Mendalam (FASDA PM) Kabupaten Belu, kepada rri.co.id, Selasa, 11 Agustus 2026. "Di dalam pembelajaran mendalam guru tidak hanya menyuruh siswa menghafal saja. Kami berusaha membuat siswa untuk memahami manfaat belajar dalam kehidupan nyata", kata Fransiskus.

Konsep anyar dari kementerian ini memadukan pengolahan pikir, hati, rasa, serta raga peserta didik. Proses belajar dirancang agar menciptakan suasana yang berkesadaran, sangat bermakna, dan tentu menyenangkan.

"Pengalaman belajar yang siswa dapatkan dalam kelas itu betul-betul harus bermakna. Minimal kita guru-guru membuat mereka itu berkembang walau materi mereka lupa."ujar sosok yang juga merupakan Kepala Sekolah SMPN Piebulak.

Setiap sekolah menengah di daerah terdepan diwajibkan untuk segera menyesuaikan perangkat pembelajaran mereka. Guru dan kepala sekolah dituntut aktif berkolaborasi untuk mengatasi beragam kendala awal penerapan.

Formasi delapan tiga tiga empat menjadi acuan utama dalam mengukur keberhasilan capaian profil lulusan. Dimensi baru seperti komunikasi dan kesehatan turut ditambahkan guna melengkapi standar kompetensi peserta didik

Sinergi yang kuat antara pihak sekolah dan para orang tua menjadi kunci kesuksesan program. Pengawasan belajar di rumah harus berjalan sejajar dengan materi yang telah diajarkan guru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....