Ancaman Kekeringan Perumda Air Minum Belu Cari Sumber Air Baru dan Penghematan

  • 13 Agt 2026 06:26 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, mengambil sejumlah langkah antisipatif menghadapi ancaman kekeringan ekstrem yang diperkirakan terjadi pada 2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengoptimalkan seluruh potensi sumber air bersih sekaligus mengatur kembali jadwal distribusi kepada masyarakat pelanggan.

Direktur Perumda Air Minum Kabupaten Belu, Antonius Jumadi Manek, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi untuk memastikan pelayanan air bersih tetap berjalan di tengah berkurangnya potensi sumber air akibat rendahnya curah hujan.

"Kita sudah melakukan sejumlah upaya. Salah satunya dengan memanipulasi jaringan distribusi air bersih agar tetap bisa melayani kebutuhan masyarakat pelanggan," ujar Antonius kepada RRI.co.id, Selasa, 11 Agustus 2026.

Antonius menjelaskan, salah satu bentuk penghematan yang dilakukan Perumda Air Minum Belu adalah mengurangi frekuensi pelayanan air bersih kepada pelanggan.

Jika sebelumnya distribusi air bersih dilakukan dua kali dalam seminggu, kini pelayanan dikurangi menjadi satu kali dalam seminggu. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menghemat ketersediaan air sehingga pelayanan tetap dapat berlangsung di tengah ancaman kekeringan.

"Mengurangi jadwal distribusi, biasanya seminggu dua kali pelayanan sekarang hanya sekali," kata Antonius.

Meski frekuensi distribusi dikurangi, Perumda Air Minum Belu berupaya menambah durasi pelayanan pada saat air didistribusikan. Dengan demikian, pelanggan tetap memiliki kesempatan untuk mengisi tempat penampungan air dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan selama beberapa hari.

"Hanya sekali seminggu pelayanan air bersih tetapi durasi waktunya ditambah. Sekarang paling penting sediakan wadah penampungan, saat butuh air masih ada," jelasnya.

Perumda Air Minum Belu juga mengimbau masyarakat pelanggan agar menggunakan air secara bijak dan menghindari pemborosan. Pelanggan diharapkan memanfaatkan setiap kesempatan distribusi dengan menyiapkan wadah penampungan air.

Langkah tersebut dinilai penting karena kondisi kekeringan dapat berdampak terhadap debit sejumlah sumber air yang selama ini dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Antonius meminta masyarakat menyesuaikan pola penggunaan air selama periode kekeringan dengan memprioritaskan kebutuhan pokok.

Selain melakukan pengaturan distribusi, Perumda Air Minum Kabupaten Belu juga berupaya menambah sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk pelayanan kepada masyarakat.

Pada 2026, Perumda Air Minum Belu bersama Dinas PUPR Kabupaten Belu sedang melakukan penjajakan pembangunan satu unit sumur untuk mengoptimalkan sumber mata air baru di wilayah Dusun Baukoek, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.

Menurut Antonius, survei terhadap lokasi sumber air tersebut telah dilakukan dan saat ini tinggal menunggu pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

"Survey kita sudah lakukan tinggal pekerjaan lapangan," ujarnya.


Sumber air di Baukoek memiliki potensi debit sekitar 15 liter per detik. Dengan kapasitas tersebut, sumber mata air itu dinilai memiliki potensi untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat pelanggan di wilayah sekitar hingga kawasan Kelurahan Kota Atambua.

Optimalisasi sumber air baru tersebut diharapkan dapat memperkuat ketersediaan air baku Perumda Air Minum Belu, terutama apabila kondisi kekeringan terus berlangsung dan berdampak terhadap sumber-sumber air yang selama ini digunakan.

Ancaman kekeringan pada 2026 menjadi perhatian karena kondisi curah hujan yang rendah dapat menyebabkan berkurangnya ketersediaan air di berbagai wilayah Indonesia. Kondisi tersebut juga mendorong pemerintah daerah dan penyedia layanan air bersih untuk melakukan langkah antisipasi sejak dini.

Perumda Air Minum Kabupaten Belu kini mengandalkan kombinasi antara penghematan distribusi, optimalisasi jaringan, pemanfaatan sumber air yang tersedia, serta penjajakan sumber air baru untuk menjaga kesinambungan pelayanan.

Di sisi lain, partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi tersebut. Dengan menghemat penggunaan air dan menyediakan tempat penampungan, pelanggan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari meskipun jadwal distribusi mengalami pengurangan.

Perumda Air Minum Belu berharap langkah-langkah tersebut dapat menjaga pelayanan air bersih tetap berjalan selama periode kekeringan sekaligus mengurangi risiko kekurangan air bagi masyarakat pelanggan di Kabupaten Belu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....