Progres Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, di Kabupaten Belu Mencapai 80 Persen
- 07 Agt 2026 13:15 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belu Mangiring Situmorang, S.E., M.Si menyampaikan progres pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Belu terus menunjukkan perkembangan yang positif, hingga saat ini capaian pendataan telah mencapai 80 %.
Menurutnya, capaian ini menunjukkan kesigapan petugas sensus yang bekerja maksimal untuk memastikan seluruh pelaku usaha, baik skala mikro, kecil, menengah, hingga besar, dapat terdata secara menyeluruh dan akurat.
”Capaian 80 persen ini merupakan hasil kerja keras seluruh petugas di lapangan serta dukungan dari masyarakat yang kooperatif dalam memberikan data yang dibutuhkan,” ujar Mangiring Situmorang di ruang kerjanya pada Rabu 05 Agustus 2026 di ruang kerjanya.
Ia menambahkan, pelaksaan sensus saat ini berjalan sesuai dengan rencana meskipun terdapat sedikit tantangan di lapangan terkait masih terdapat sejumlah masyarakat yang belum memberikan data secara valid, karena narasi liar yang berkembang bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026, berkaitan dengan pajak dan bantuan sosial.
“Sebagian petugas menyampaikan adanya pertanyaan dari masyarakat, terkait hal ini namun petugas kami meluruskan pemahaman masyarakat agar tidak terjadi salah kaprah dan masyarakat mulai bersedia memberikan informasi,” kata Mangiring Situmorang.
Namun selaku kepala BPS Belu dirinya memastikan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026, tidak memiliki kaitan dengan pajak maupun penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat, sehingga memastikan informasi tersebut adalah hoax.
Mangiring Situmorang menegaskan, Sensus Ekonomi murni dilaksanakan untuk kepentingan statistik yang menjadi instrumen penting dalam memetakan struktur ekonomi nasional, termasuk di daerah perbatasan seperti Kabupaten Belu yang bertujuan memetakan informasi mengenai kondisi dan potensi perekonomian usaha atau perusahaan maupun keluarga yang menjadi bahan analisis dalam menyusun kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
“Jadi Sensus Ekonomi 2026 bertujuan untuk memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi perekonomian, struktur usaha, serta potensi ekonomi di daerah. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, khususnya di Kabupaten Belu, ini yang sedang dilakukan petugas kita di lapangan,” ucap Mangiring Situmorang.
Oleh karena itu, Ia mengimbau masyarakat yang belum terdata agar dapat menerima kedatangan petugas sensus dan memberikan informasi yang benar. Partisipasi aktif masyarakat dinilai sangat penting demi menghasilkan data yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, BPS memastikan bahwa seluruh data yang dikumpulkan dijamin kerahasiaannya dan tidak berkaitan dengan perpajakan maupun bantuan sosial, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir untuk memberikan informasi.
Dengan progres yang telah mencapai 80 persen, BPS optimistis pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Belu dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan.
“Targetnya itu secara nasional 15 Juni - 31 Agustus 2026, namun harapanya kita selesai di tanggal 17 Agustus sehingga sisa waktu untuk melengkapi data-data tambahan ,”kata Mangiring Situmorang.
Dengan terlaksananya SE2026, juga karena partisipasif aktif masyarakat dalam memberikan data yang valid, hasil sensus ini mampu menjadi pijakan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat perencanaan pembangunan yang berbasis data akurat. (KM)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....