Semarak Merah Putih Perbatasan Belu, Rezeki Musiman Pedagang Atribut Kemerdekaan

  • 05 Agt 2026 17:22 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Nuansa merah putih mulai menghiasi sudut-sudut Kota Atambua, Kabupaten Belu, menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Sepanjang ruas jalan utama hingga kawasan pasar, deretan lapak pedagang musiman tampak sibuk menawarkan berbagai atribut kemerdekaan, menghadirkan semangat nasionalisme yang kian terasa di wilayah perbatasan. Aktivitas jual beli pun mulai menggeliat sejak akhir Juli dan semakin ramai memasuki awal Agustus.

Salah satu pedagang atribut kemerdekaan Rhido mengaku mengalami peningkatan penjualan, dengan penjualan yang meninggkat berdampak pada omzet penjualannya. Lanjutnya, tidak jarang Ia meminta stok tambahan dari pedagang lainnya, untuk menjawab tingginya permintaan dari Instansi, masyarakat menjelang peringatan HUT ke-81.

Terkait, atribut yang disediakan dirinya cukup beragam, beragam atribut kemerdekaan, dari bendera Merah Putih ukuran besar, sedang dan kecil, umbul-umbul, bandir Garuda hingga background bergambar Garuda dengan ukuran panjang maupun pendek, dengan harga yang bervariasi dengan harga yang bervariasi, untuk ukuran kecil mulai dari Rp5.000, sementara yang lainnya berkisar Rp30.000 sampai Rp60.000.

“Tentunya ini membawa rezeki bagi kami, meskipun musiman namun sangat membantu pemenuhan kebutuhan sehari-hari, sekaligus persiapan modal untuk mengembangkan usaha lainya,” kata Rhido pada Rabu 05 Agustus 2026.

Menurutnya, peningkatan pembeli mulai terasa sejak akhir Juli, dengan pelanggan datang dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, pelaku usaha, hingga instansi pemerintah yang ingin memasang atribut lebih awal.

“Awal Agustus ini penjualan semakin meningkat, jadi kami juga sudah mulai tambah stok. Biasanya puncak penjualan itu seminggu sebelum 17 Agustus,” ujar Rhido.

Di sisi lain, semarak ini juga dirasakan oleh para pembeli. Nita, salah satu warga Atambua, mengaku sengaja datang lebih awal untuk membeli perlengkapan kemerdekaan agar tidak kehabisan.

“Saya beli dari sekarang supaya nanti tidak kehabisan, apalagi kalau sudah dekat tanggal 17 biasanya ramai sekali, dan kita terbantu karena pedagang musiman yang menjajakan di pinggir jalan,” kata Nita.

Ia menilai, memasang atribut merah putih bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan.

“Ini cara kita menghargai jasa para pahlawan, sekaligus mengajarkan anak-anak untuk cinta tanah air,” kata Nita.

Menjelang pertengahan Agustus, geliat ekonomi musiman seperti ini menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang. Di tengah semangat nasionalisme yang menguat, perputaran ekonomi kecil pun ikut tumbuh, memperlihatkan bahwa perayaan kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan simbol, tetapi juga membawa dampak nyata bagi masyarakat. (KM)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....