Undana dan UNPAZ Perkuat Komunikasi Digital untuk Promosikan Budaya Lokal

  • 04 Agt 2026 20:02 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menjalin kerja sama dengan Universidade Da Paz (UNPAZ) Timor Leste dalam melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Kemitraan Internasional. Kegiatan ini mengusung tema Peningkatan Komunikasi Digital Generasi Muda Perbatasan Indonesia–Timor Leste sebagai Agen Promosi Budaya dan Potensi Lokal, yang dipusatkan di Desa Silawan, Kabupaten Belu.

Program yang diinisiasi oleh Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Undana bersama Program Studi Hubungan Internasional UNPAZ Timor Leste tersebut melibatkan mahasiswa dari kedua perguruan tinggi, pemuda Desa Silawan, serta masyarakat setempat. Kegiatan berlangsung di Kantor Desa Silawan dengan fokus pada penguatan kapasitas generasi muda dalam memanfaatkan media digital untuk mempromosikan budaya dan potensi lokal wilayah perbatasan.

Selain pelatihan komunikasi digital, peserta juga berdiskusi mengenai kesamaan budaya Indonesia dan Timor Leste sebagai modal memperkuat komunikasi lintas budaya sekaligus menjaga kelestarian warisan leluhur.

Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Nusa Cendana, Herman Elfridus Seran, S.Sos., M.I.Kom., dalam keterangannya, Sabtu 01 Agustus 2026 mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi internasional untuk meningkatkan kapasitas komunikasi digital masyarakat di kawasan perbatasan.

" Melalui PKM menjadi kolaborasi Internasional untuk meningkatkan kapasitas komunikasi digital masyarakat di wilayah perbatasan," kata Herman.

Menurut Herman, salah satu fokus utama kegiatan memperkenalkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI), yang akan dimanfaatkan sebagai media promosi potensi lokal dan budaya masyarakat perbatasan agar dapat dikenal lebih luas, atau mengglobalisasi

"Salah satu hal yang menjadi prioritas utama adalah pelatihan pemanfaatan teknologi AI (kecerdasan buatan) untuk mempromosikan potensi lokal dan budaya wilayah perbatasan ke dunia luar," ujar Herman.

Sementara itu, Dosen Jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universidade Da Paz, Joao Antonio Soares, Lic. CSH., M.AP., menilai kolaborasi antara perguruan tinggi Indonesia dan Timor Leste menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

"Tujuan dari kolaborasi ini adalah untuk membagikan pengetahuan yang kita miliki masing-masing. Di era yang sangat modern ini, berkolaborasi dan berbagi pengalaman untuk melangkah ke depan serta merespons apa yang bisa kita lakukan sesuai dengan kondisi riil globalisasi saat ini," ujar Joao.

Ia berharap kerja sama akademik seperti ini terus berlanjut sehingga mampu memperkuat hubungan masyarakat kedua negara, khususnya di wilayah perbatasan yang memiliki kedekatan budaya dan sejarah.

Kepala Desa Silawan, Fernandez Kali, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara Undana dan UNPAZ memberikan manfaat besar bagi masyarakat dalam menjaga dan melestarikan budaya yang dimiliki bersama oleh Indonesia dan Timor Leste.

"Atas nama Pemerintah Desa bersama seluruh masyarakat Desa Silawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para narasumber, Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, serta Universidade Da Paz (UNPAZ) Timor Leste atas kolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan ini. Sinergi yang terbangun dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga dan melestarikan budaya kedua negara, khususnya di wilayah perbatasan ," kata Fernandez.

Fernandez berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Ia juga mendorong penguatan kerja sama dalam menjaga hukum adat di kawasan perbatasan serta mengajak generasi muda menjadi garda terdepan dalam melestarikan budaya. (KM)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....