Memacu Produktivas Pertanian, Distan Belu Optimal Penggunaan Teknologi Modern
- 03 Agt 2026 17:43 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu terus menggalakan berbagai program unggulan untuk memacu peningkatan produktivitas hasil pertanian, melalui pemanfaatan teknologi tepat guna yang modern di sektor pertanian. Upaya jni sebagai bagian dari strategi percepatan swasembada pangan sekaligus menjawab keterbatasan tenang kerja dan efisiensi waktu tanam.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu Silvia C. Do Amaral menyampaikan untuk inovasi pertanian yang mulai diterapkan yakin penggunaan mesin penanam padi otomatis atau Rice Transplanter.
Silvia mengatakan, alat ini dinilai mampu mempercepat proses tanam, meningkatkan ketepan jarak tanam, serta mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual.
“Dengan teknologi tersebut, proses tanam menjadi lebih efisien dan hasil tanaman dapat lebih optimal, kita terus mendorong untuk memacu hasil produktivitas pertanian di Kabupaten Belu,” ujar Silvi Amaral pada Senin 03 Agustus 2026 usai penanaman padi secara simbolis dengan menggunakan Rice Transplanter serta metode pembibitan menggunakan media mulsa di lokasi Haekrit, Desa Manleten.

Ia menambahkan selain itu, metode pembibitan juga mengalami pembaruan dengan menggunakan media mulsa plastik. Teknik ini memberikan sejumlah keuntungan, seperti menjaga kelembaban tanah, mengurangi pertumbuhan gulma, serta meningkatkan kualitas bibit padi yang dihasilkan. Penggunaan mulsa plastik juga dinilai lebih praktis dan mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih seragam.
Tidak hanya pada tahap tanam dan pembibitan, inovasi juga diterapkan dalam proses pemupukan. Dinas Pertanian mulai memperkenalkan penggunaan drone untuk penyebaran pupuk di lahan pertanian. Teknologi ini memungkinkan distribusi pupuk dilakukan secara merata, cepat, dan efisien, terutama pada lahan yang luas dan sulit dijangkau secara manual.
Menurut Silvia Amaral, penerapan teknologi modern ini dapat meningkatkan indeks pertanaman serta produktivitas petani. Selain itu, modernisasi pertanian juga menjadi langkah penting dalam menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.
“Dengan pemanfaatan teknologi seperti rice transplanter, media mulsa, dan drone, kita optimistis hasil pertanian semakin meningkat dan petani dapat bekerja lebih efektif serta efisien,” ujar Silvia Amaral.
Selain itu untuk memastikan segala program unggulan berjalan dengan optimal, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan akan terus melakukan pendampingan dan pelatihan kepada petani agar mampu mengoperasikan teknologi tersebut secara optimal.
“Sinergi antara pemerintah dan petani menjadi kunci dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan di wilayah perbatasan,” kata Silvi Amaral.
Melalui langkah ini, dirinya berharap sektor pertanian tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan lokal, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus bentuk dukungan untuk terus memajukan sektor pertanian di Belu. (KM)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....