Evaluasi Program Mulok Konservasi, TSI Perkuat Kemandirian 22 Sekolah Binaan
- 29 Jul 2026 14:08 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Thresher Shark Indonesia (TSI) terus memperkuat keberlanjutan pendidikan konservasi di Kabupaten Alor melalui Evaluasi Program Muatan Lokal (Mulok) Konservasi Kelautan Tahun Ke-4 Implementasi Kurikulum Konservasi Kelautan yang berlangsung di Aula Utama Hotel Simfoni, Kalabahi, Selasa 28 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menilai capaian pelaksanaan program sekaligus mempersiapkan sekolah binaan agar mampu mengelola pembelajaran konservasi secara mandiri.
Kegiatan diikuti kepala sekolah dan guru pendamping dari 22 sekolah binaan. Pemerintah Kabupaten Alor melalui Dinas Pendidikan turut hadir mendukung keberlanjutan program yang telah dijalankan sejak 2023 sebagai bagian dari penguatan pendidikan berbasis potensi daerah serta pelestarian ekosistem laut.
Dalam pertemuan tersebut, TSI memaparkan hasil monitoring dan evaluasi semester II yang meliputi capaian pembelajaran peserta didik, hasil pendampingan guru, hingga berbagai tantangan selama implementasi program. Selanjutnya, masing-masing sekolah melakukan refleksi terhadap hasil yang telah dicapai, mengidentifikasi kendala, serta menyusun rencana tindak lanjut untuk pelaksanaan pembelajaran pada tahun ajaran 2026/2027.
Kegiatan evaluasi juga diisi dengan sesi berbagi praktik baik dari SD Cermin dan SD Gideon yang telah berhasil mengimplementasikan muatan lokal konservasi secara mandiri. Pengalaman kedua sekolah tersebut menjadi bahan pembelajaran bagi sekolah binaan lainnya yang tengah dipersiapkan menuju tahap kemandirian, sehingga pelaksanaan kurikulum konservasi tetap dapat berjalan secara berkelanjutan meski tanpa pendampingan intensif dari Thresher Shark Indonesia.
Program Manager Thresher Shark Indonesia, Yodhikson M. Bang, mengatakan kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana menilai hasil pembelajaran, tetapi juga memastikan kesiapan sekolah dalam melanjutkan program secara berkelanjutan.
"Melalui evaluasi ini kami ingin melihat capaian yang telah diraih sekolah, tantangan yang masih dihadapi, serta menyusun rencana tindak lanjut untuk semester berikutnya. Harapannya, sekolah dapat mengimplementasikan muatan lokal konservasi secara mandiri sehingga program ini terus berjalan dan menjadi bagian dari pembelajaran di sekolah," ujar Yodhikson.
Sebagai bentuk apresiasi atas komitmen sekolah, TSI memberikan penghargaan kepada kepala sekolah dan guru pendamping yang konsisten mengimplementasikan kurikulum konservasi. Penghargaan juga diberikan kepada 12 siswa dari empat sekolah yang meraih nilai tertinggi, yakni 98, pada ujian akhir semester yang diikuti 421 siswa dari 22 sekolah. Soal ujian disusun oleh guru berdasarkan modul pembelajaran, kemudian Direview bersama pengawas sebelum diterapkan secara seragam di seluruh sekolah.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, Mas Nurdin, mengapresiasi konsistensi TSI bersama para mitra dalam mendukung penguatan pendidikan konservasi di Kabupaten Alor. Menurutnya, program tersebut telah membuka ruang bagi sekolah untuk mengembangkan pembelajaran yang selaras dengan karakter daerah kepulauan.
"Muatan lokal konservasi harus menjadi budaya di sekolah, bukan sekadar mata pelajaran. Nilai-nilai menjaga lingkungan harus terus ditanamkan kepada peserta didik sehingga menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Kami juga berharap ke depan semakin banyak sekolah yang mampu mengembangkan program ini secara mandiri," kata Mas Nurdin.
Kegiatan ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut oleh masing-masing sekolah serta penandatanganan komitmen bersama antara Thresher Shark Indonesia, 22 sekolah binaan, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Alor. Komitmen tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi dalam menjaga keberlanjutan implementasi muatan lokal konservasi kelautan sebagai bagian dari pendidikan yang menanamkan kepedulian terhadap lingkungan bagi generasi muda di Kabupaten Alor
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....