Memasuki Musim Kemarau PDAM Belu Batasi Distribusi Air akibat Debit Air Menurun
- 28 Jul 2026 16:35 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Memasuki musim kemarau, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Belu mulai menerapkan pembatasan distribusi air bersih kepada pelanggan. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi akibat menurunnya debit air di sejumlah sumber mata air yang menjadi andalan pelayanan air minum di Kabupaten Belu.
Direktur PDAM Kabupaten Belu, Antonius Jumadi Manek, mengakui pihaknya telah menyiapkan road map untuk menghadapi musim kemarau tahun ini. Menurutnya, penurunan debit air yang terjadi di sejumlah sumber mata air membuat PDAM harus melakukan penyesuaian sistem distribusi agar seluruh pelanggan tetap mendapatkan pasokan air bersih.
"Kami sudah menyiapkan road map dalam menghadapi musim kemarau. Saat ini kondisi debit air di beberapa sumber mulai menurun, sehingga untuk mengantisipasi penyaluran air kepada pelanggan dilakukan pembatasan distribusi menjadi satu minggu sekali," ujarnya Kepada rri.co.id Selasa 28 Juli 2026
Ia menjelaskan, kondisi penurunan debit air paling terasa di Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Tirta A. Selain itu, sumber air di Lahurus, Weoe, dan Weutu juga mengalami penurunan debit yang cukup signifikan.
"Saat ini debit air di Tirta A semakin berkurang sehingga pelayanan dilakukan satu minggu sekali. Kondisi yang sama juga terjadi pada SPAM Lahurus, Weoe, dan Weutu yang debit airnya sudah menurun," katanya.
Meski jadwal distribusi berubah menjadi satu kali dalam seminggu, Antonius memastikan PDAM menambah durasi pengaliran air agar kebutuhan pelanggan tetap dapat terpenuhi.
"Jadwal distribusi memang menjadi satu minggu sekali, tetapi kami menambah jam pengaliran sehingga pelanggan tidak mengalami kekurangan air bersih," ucapnya.
Menurut Antonius, PDAM Kabupaten Belu saat ini mengelola delapan sumber mata air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Namun, memasuki musim kemarau, pihaknya lebih mengoptimalkan enam sumber mata air yang masih memiliki kapasitas produksi cukup baik.
"PDAM mengelola delapan sumber mata air. Pada musim kemarau ini kami mengoptimalkan enam sumber mata air yang masih mampu menyuplai kebutuhan air bersih masyarakat," jelasnya.
Selain mengatur distribusi air, PDAM Belu juga terus melakukan perbaikan jaringan perpipaan dan sambungan rumah pelanggan. Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan kebocoran sekaligus memastikan air yang diproduksi dapat tersalurkan secara optimal hingga ke rumah-rumah pelanggan.
"Saat ini kami juga sedang melakukan perbaikan jaringan sambungan ke rumah-rumah pelanggan agar distribusi air dapat berjalan lebih optimal," tuturnya.
Menghadapi kondisi musim kemarau yang menyebabkan berkurangnya debit air di sejumlah sumber mata air, Antonius mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijaksana dan menghindari pemborosan.
"Kami berharap masyarakat dapat lebih bijak menggunakan air selama musim kemarau ini. Dengan penggunaan air yang hemat dan tepat, kebutuhan air bersih seluruh pelanggan dapat tetap terpenuhi hingga kondisi kembali normal," katanya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....