Kembara Nusa Gelar Bakti Sosial Kesehatan Gigi dan Mulut Gratis bagi Warga Alor
- 27 Jul 2026 09:51 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Yayasan Kembara Nusa kembali menggelar bakti sosial layanan kesehatan gigi dan mulut gratis bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, pada 23–24 Juli 2026. Program ini menjadi upaya memperluas akses pelayanan kesehatan gigi di daerah yang masih menghadapi keterbatasan tenaga dokter gigi.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Yayasan Kembara Nusa dengan Pemerintah Kabupaten Alor, GIGI.ID, Basecamp Melangkiki, Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia (PTGMI), para terapis gigi Kabupaten Alor, serta didukung PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program BRI Peduli. Sebanyak 74 relawan lintas profesi memberikan pelayanan di Kantor Camat Abal dan SD GMIT 01 Kokar pada hari pertama, kemudian berlanjut di Posyandu Lipa B dan SMP Negeri 4 Kalabahi pada hari kedua.
Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan dan konsultasi gigi, pencabutan gigi bagi anak maupun dewasa, penambalan gigi, serta pemberian vitamin fluoride untuk membantu memperkuat enamel gigi anak. Selain pelayanan medis, masyarakat juga mendapatkan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut serta edukasi melalui kegiatan sikat gigi bersama sebagai upaya membangun kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak usia dini.
Yayasan Kembara Nusa menilai Kabupaten Alor masih membutuhkan dukungan pelayanan kesehatan gigi karena keterbatasan jumlah dokter gigi menyebabkan akses layanan belum merata. Untuk mendukung pelayanan tersebut, yayasan menghadirkan 21 dokter gigi dari berbagai daerah di Indonesia.
Co-Founder Yayasan Kembara Nusa, drg. Stella Valentina, Sp.Ort, mengatakan Alor dipilih sebagai lokasi bakti sosial karena masih terdapat sejumlah puskesmas yang belum memiliki dokter gigi.
"Alor menjadi salah satu daerah yang kami pilih karena akses pelayanan kesehatan gigi masih terbatas. Jumlah dokter gigi di sini sekitar 10 sampai 11 orang dan masih banyak puskesmas yang belum memiliki dokter gigi. Karena itu kami datang membawa 21 dokter gigi dari berbagai daerah di Indonesia agar masyarakat bisa mendapatkan pemeriksaan, pencabutan, penambalan, serta penyuluhan kesehatan gigi dan mulut secara langsung," kata Stella.
Selama pelaksanaan kegiatan, sebanyak 204 pasien memperoleh layanan perawatan pada hari pertama, sementara 110 peserta mengikuti penyuluhan kesehatan gigi dan kegiatan sikat gigi bersama. Pada hari kedua, sebanyak 265 pasien memperoleh layanan perawatan dan 134 peserta mengikuti penyuluhan serta kegiatan sikat gigi bersama. Secara keseluruhan, sekitar 700 masyarakat memperoleh layanan pemeriksaan, perawatan, pengobatan, penyuluhan, dan edukasi kesehatan gigi dan mulut.
Sementara itu, drg. Safira Khairina, M.Kes, yang juga merupakan salah satu Co-Founder Yayasan Kembara Nusa, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.
"Kami ingin masyarakat tidak hanya mendapatkan pengobatan, tetapi juga memahami cara menjaga kesehatan gigi dan mulut dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mendatangi langsung masyarakat, kami berharap mereka yang selama ini belum pernah mendapatkan layanan dokter gigi tetap bisa memperoleh pelayanan dan edukasi yang bermanfaat," ujar Safira.
Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, organisasi profesi, komunitas, dan sektor swasta, Yayasan Kembara Nusa berharap program serupa dapat terus menjangkau masyarakat di berbagai wilayah 3T. Upaya tersebut diharapkan mampu memperluas pemerataan akses pelayanan kesehatan gigi dan mulut sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan gigi sebagai bagian dari peningkatan derajat kesehatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....