SMP IL Kapten Fatubaa Raih Penghargaan Lingkungan Asia Pasifik

  • 24 Jul 2026 18:09 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua – SMP IL Kapten Fatubaa meraih penghargaan Tingkat Asia Pasifik dalam ajang AIA Healthy School Award. Keberhasilan luar bias aini diumumkan secara resmi pada kompetisi bergensi di Bangkok Thailand, 8 Juli 2026.

Pembina sekolah RD Antonius Kapitan ditemui di ruang kerjanya, Jumad, 24 juli 2026 mengatakan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian prestasi tersebut. Inovasi lingkungan bertajuk Huka Upcycling Project berhasil menyisihkan ribuan peserta dari berbagai negara.

“Proyek yang kami lakukan itu adalah proyek pengolahan limbah kulit pisang menjadi tiga produk sekaligus yaitu produk es krim yang kami namakan hukah es kri. Lalu kemudian juga menjadi pupuk cair yang kami namakan liquid fertilizer hukka atau hukka liquid fertilizer dan juga pengolahan limbah kulit pisang menjadi pupuk kompos yang kami namakan sebagai kompos fertilizer atau hukka kompos fertilizer.”

RD Antonius Kapitan menggunakan pakian adat dari Kabupaten TTU saat menerima penghargaan di Bangkok-Thailand

Program literasi ekologi ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah sehat dan sangat asri. Selain itu, kegiatan ini juga mengedukasi seluruh warga sekolah mengenai pentingnya menjaga alam.

Kompetisi Internasional yang berlangsung pada tanggal 6 hingga sepuluh Juli ini diikuti oleh 15 finalis dan SMP IL Kapten Fatubaa berhasil keluar sebagai pemenang utama Regional. “Dan dengan itu tentu kita bergembira bahwa sekolah kecil di beranda perbatasan Indonesia Timur Leste bisa meraih Juara Regional Asia Pasifik,” kata RD Anton sambil tersneyum bangga.

Pihak sekolah berharap program daur ulang limbah ini terus berkembang secara konsisten. Dukungan penuh dari pemerintah daerah sangat diharapkan demi keberlanjutan proyek berprestasi ini.

Inovasi menarik dari Fatubaa mulai memikat perhatian beberapa sekolah di wilayah Timor Leste. Replikasi program ini diharapkan mampu mempererat tali persahabatan antar negara di perbatasan.

Fokus utama kegiatan adalah meningkatkan kesadaran lingkungan bagi seluruh siswa dan guru. “Semangat menjaga kelestarian alam menjadi kunci utama keberhasilan sekolah kecil di perbatasan,” Kata RD Anton.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....