Beban Berat Siswa SMP di Atambua Gantikan Peran Orang Tua
- 15 Apr 2026 14:20 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Kisah pilu dialami sejumlah siswa SMP yang harus memikul beban hidup sangat berat. Ekonomi keluarga memaksa orang tua mereka yang merantau jauh ke luar pulau demi uang.
Guru Bimbingan Konseling (BK), Maria Florida Da Silva, S.Psi, mengatakan anak remaja menggantikan peran menjadi ayah sekaligus ibu bagi adiknya. Keadaan ekonomi menuntut mereka harus dewasa sebelum waktunya di usia yang sangat muda.
"Anak harus punya peran ganda sebagai kakak, ibu, sekaligus ayah," kata Maria Florida, Pengelola Bimbingan Konseling (BK) SMP IL Kapten Fatubaa. Dirinya merasa terpukul melihat kenyataan anak harus mengurus rumah tangga sendirian tanpa orang tua.
Banyak siswa datang ke sekolah tanpa sarapan karena sibuk mengurus adik-adik di rumah. Mereka mereka mengalami tekanan psikologis yang cukup besar akibat peran yang sangat berat tersebut.
Menurutnya, siswa yang tertekan cenderung malas sekolah dan sering kali mengalami gejala sakit secara tiba-tiba. Sayangnya, tenaga psikologi di wilayah Atambua saat ini masih sangat terbatas untuk membantu.
"Kita di Atambua belum punya psikolog, masih terbatas untuk menangani kasus seperti ini," ujarnya. Kerja sama antara orang tua, sekolah dan pemerintah sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah.
Anak yang tertekan sebenarnya hanya membutuhkan satu orang yang tulus mendengarkan ceritanya. Kehadiran teman atau sahabat yang bisa dipercaya akan membuat mereka merasa lebih aman.
Maria menyayangkan jika masalah pribadi anak justru dijadikan bahan ejekan oleh lingkungan sekitar mereka. Harapan Maria, kita harus menjaga rahasia mereka agar tidak menjadi korban perundungan di media sosial.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....