Lapas Atambua Kembangkan Lahan Produktif Bersama Warga Binaan

  • 14 Jul 2026 16:12 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua dalam menggulirkan program pembinaan kemandirian yang produktif bagi warga binaan terus berjalan berkesinambungan. Keberhasilan pelaksanaan panen raya padi langsung ditindaklanjuti secara cepat oleh Lapas dengan kembali memanfaatkan lahan seluas satu hektar melalui penanaman tiga komoditas unggulan holtikultura yakni bawang merah, bibit kol, dan semangka, Selasa 14 Juli 2026.

Kepala Lapas (Kalapas) Atambua, Antonio Da Costa menyatakan bahwa program ini merupakan langkah nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, sekaligus menjadi wadah asimilasi dan edukasi bagi para warga binaan.

"Kami ingin memastikan bahwa waktu yang mereka jalani di dalam Lapas diisi dengan kegiatan yang bernilai guna. Lewat program pertanian di lahan satu hektar ini, kami tidak hanya mengoptimalkan lahan yang ada, tetapi juga membentuk karakter warga binaan agar lebih mandiri dan siap kerja," ujar Kalapas Atambua.

Untuk mengelola lahan yang cukup luas tersebut, pihak Lapas melibatkan sepuluh orang warga binaan yang telah melalui proses asesmen sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP). Mereka didampingi secara intensif oleh jajaran staf kegiatan kerja.

Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Kasubsi giatja), Andra Sukabir Lapas Atambua menjelaskan secara teknis mengenai pemilihan komoditas dan jalannya proses pengolahan lahan yang saat ini tengah berlangsung.

"Sepuluh warga binaan ini kami bimbing mulai dari tahap penggemburan tanah, pembuatan bedengan, hingga sistem pengairan. Kami memilih bawang merah, kol, dan semangka karena selain memiliki nilai ekonomis yang tinggi di pasaran, karakteristik tanamannya juga sangat cocok dengan kondisi tanah dan iklim di wilayah Atambua," kata Andra.

Program pembinaan ini disambut hangat oleh para warga binaan yang terlibat. Salah satu warga binaan yang ikut dalam program ini, berinisial Jein Manek, mengaku sangat bersyukur mendapatkan kesempatan belajar bercocok tanam secara modern.

"Di sini kami diajarkan dari nol, mulai dari merawat bibit hingga mengatasi hama. Ini menjadi modal yang sangat berharga bagi saya untuk membuka usaha tani sendiri dan memulai hidup baru setelah bebas nanti," kata Jein.

Melalui program pembinaan kemandirian ini, Lapas Atambua berharap hasil panen nantinya mampu memenuhi kebutuhan internal lapas serta dapat dipasarkan ke masyarakat luas sebagai bukti keberhasilan proses reintegrasi sosial di dalam lapas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....