Serap Beras dan GKP Petani Lokal, Kabulog Atambua Meminta Petani Menjaga Kualitas
- 14 Jul 2026 16:10 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Perum Bulog Kantor Cabang Atambua terus menunjukkan komitmen dalam menyerap beras dan Gabah Kering Panen (GKP) sebagai upaya strategis dalam menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah kerja Bulog Kancab Atambua yakni Kabupaten Belu, TTU dan Kabupaten Belu.
Perhari ini Perum Bulog Kantor Cabang Atambua telah menyerap beras mencapai 775 ton dengan target 950 hingga akhir tahun 2026 dan Gabah Kering Panen (GKP) sebanyak sebanyak 35 ton dan jagung dengan realisasi sebanyak 122.650 ton dari target 500.000 ton.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Atambua Arlan Emthi Heo kepada rri.co.id Senin 13 Juli 2026, menyampaikan mengenai penyerapan hasil panen pertanian akan terus dilajukan secara optimal hingga akhir tahun 2026. Namun demikian, pihaknya mengingatkan bagi petani untuk selalu menjaga kualitas beras dan gabah sesuai standar yang ditetapkan.
“Untuk wilayah serapan kita mencakup daerah sentra produksi pertanian di Belu, Malaka dan TTU yang telah sesuai regulasi Bulog Kancab Atambua,” ucap Arlan
Mengenai harga, Arlan menjelaskan beras dibeli dengan harga Rp12.000 rupiah per kilogram yang diantarkan di gudang Bulog Atapupu sesuai dengan regulasi dan sosialisasi kepada masyarakat sementara untuk Gabah Kering Panen (GKP) dibeli dengan harga Rp6.500 rupiah.
Arlan mengatakan , kualitas gabah yang baik meliputi kadar yang sesuai, tingkat kebersihan, sementara beras yang di mol sesuai kualitas dan standar. Hal ini penting untuk menjaga mutu beras yang dihasilkan serta memastikan daya simpan yang lebih lama karena nantinya akan disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bantuan sosial lainnya.
Selain itu Bulog Kancab Atambua terus memberikan sosialisasi dan Edukasi kepada petani dan kelompok tani terkait standar kualitas serta tata cara penanganan pascapanen yang baik. Langkah ini dapat membantu petani meningkatkan nilai jual hasil panennya.
Ia juga mengajak para petani untuk tidak ragu menjual hasil panennya ke Bulog karena harga yang ditawarkan mengikuti ketentuan pemerintah dan relatif stabil.
Dengan adanya penyerapan yang maksimal dan kualitas yang terjaga, dapat mendukung ketahanan pangan dalam negeri serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya para petani lokal.
Bulog Atambua menegaskan akan terus hadir sebagai mitra strategis petani dalam menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas harga di wilayah perbatasan. (KM)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....