Moderasi Beragama Harus Dimulai dari Lingkungan Keluarga

  • 24 Jun 2026 11:52 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Kupang, Siti Halmana,kepada RRI Atambua, Senin, 23 Juni 2026 menegaskan keluarga memiliki peran sangat penting dalam menanamkan nilai moderasi beragama sejak dini. Keluarga menjadi tempat pertama anak belajar memahami kehidupan sosial, termasuk menghargai perbedaan keyakinan dalam masyarakat.

Menurutnya, anak-anak cenderung meniru perilaku yang mereka lihat setiap hari dari lingkungan terdekatnya. Karena itu, orang tua terutama ibu memiliki tanggung jawab besar memberikan teladan tentang sikap saling menghormati.

"Ibu adalah madrasatul ula atau guru pertama di rumah. Karena itu penting menanamkan sikap saling menghargai dan menghormati," ujar Siti.

Ia menjelaskan kehidupan masyarakat Nusa Tenggara Timur yang terdiri dari berbagai agama menjadi contoh nyata pentingnya moderasi beragama. Anak-anak perlu dibekali pemahaman agar mampu hidup berdampingan secara harmonis dengan pemeluk agama lain.

Penanaman nilai tersebut, lanjutnya, harus dilakukan sejak usia dini agar menjadi prinsip dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, anak memahami bahwa perbedaan keyakinan bukan alasan untuk saling menjauh atau bermusuhan.

Ia menambahkan perkembangan teknologi membuat anak-anak memperoleh banyak informasi dari berbagai sumber digital. Karena itu, orang tua harus siap menjawab pertanyaan anak sekaligus memperkuat pemahaman keagamaan yang benar.

"Anak-anak sekarang memiliki banyak guru, termasuk dari telepon genggam. Orang tua harus siap memberikan penjelasan yang benar," katanya.

Ia berharap keluarga menjadi benteng utama dalam membentuk generasi yang toleran, menghargai keberagaman, dan menjaga kerukunan. Nilai moderasi beragama yang ditanamkan sejak kecil diyakini mampu memperkuat persatuan masyarakat di masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....