Lapas Atambua Perluas Akses Pendidikan bagi Warga Binaan
- 20 Jun 2026 18:36 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Di balik tembok tebal Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua, secercah harapan baru tengah dirajut. Lapas Atambua memastikan bahwa hak untuk belajar tidak ikut terkurung, dengan menyediakan fasilitas pendidikan yang layak bagi warga binaan. Lewat kolaborasi hangat bersama Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Deflobamora Atambua, program pemberantasan buta aksara dan ujian kejar paket kini rutin digelar, membuka jendela dunia yang baru bagi mereka yang ingin berubah.
Kegiatan belajar mengajar berlangsung di Perpustakaan Lapas Atambua pada Sabtu 20 Juni 2026 mulai pukul 10.30 hingga 11.30 WITA. Dalam kurun waktu tersebut, ruang perpustakaan dioptimalkan menjadi ruang kelas yang kondusif.
Sebanyak 5 warga binaan mengikuti kelas Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) bersama Cantika Wahab, sedangkan 7 warga binaan lainnya fokus pada materi pengenalan huruf yang dipandu oleh Ibu Maria Kapitan.
Kepala Lapas Atambua menegaskan bahwa jeruji besi tidak boleh menjadi penghalang bagi seseorang untuk mencerdaskan diri. "Pendidikan merupakan hak seluruh warga negara, termasuk warga binaan yang sedang menjalani masa pidana. Walaupun pelaksanaannya terbatas, kami berharap melalui kerja sama ini semua warga binaan dapat mengenal huruf, membaca, serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Apa jadinya jika kemampuan bertani mereka sudah sangat baik, tetapi mereka tidak bisa membaca atau memahami angka? Mereka akan sangat rentan menjadi korban penipuan," ujar Kalapas.
Program ini disambut baik oleh para pengajar dari PKBM Deflobamora. Maria Kapitan, salah satu guru yang mengajar pada hari itu, menyatakan kekagumannya atas antusiasme belajar yang sangat tinggi dari para warga binaan.
"Awalnya saya mengira akan sulit membangun fokus mereka, tetapi ternyata semangat mereka luar biasa. Sikap menolak menyerah pada keadaan adalah modal utama mereka. Kami di sini siap mendampingi hingga mereka benar-benar terbebas dari buta aksara," kata Maria sembari tersenyum.
Manfaat langsung dari program edukasi ini pun dirasakan secara nyata oleh para warga binaan. Agapito Manek, salah satu warga binaan yang mengikuti kelas pengenalan huruf, mengaku sangat bersyukur atas kesempatan berharga yang diberikan oleh pihak Lapas.
"Dulu saya selalu merasa minder dan rendah diri karena tidak bisa membaca sama sekali. Namun di sini, saya diajari dengan penuh kesabaran dari nol oleh Ibu Guru. Sekarang, puji Tuhan, saya sudah mulai bisa mengenali dan mengeja huruf. Harapan saya, kelak setelah bebas dan kembali ke masyarakat, saya tidak bisa dibohongi lagi oleh orang lain, baik mengenai hitungan keuangan maupun urusan surat-menyurat," kata Agapito.
Melalui program belajar bersama PKBM Deflobamora ini, Lapas Atambua membuktikan bahwa fungsi pemasyarakatan tidak hanya sekadar membina perilaku, tetapi juga memperkaya intelektual warga binaan. Kegiatan yang berlangsung kondusif ini diharapkan dapat terus berjalan secara konsisten demi melahirkan insan yang mandiri, cerdas, dan siap berkontribusi positif saat kembali ke tengah masyarakat kelak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....