Pengepul Sampah di Keneb Minta Pemkab TTU Membantu APD Demi Keselamatan Kerja
- 19 Jun 2026 07:28 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Kefamenanu - Para pemulung dan sopir pengangkut sampah itu pahlawan kebersihan dalam Kota Kefamenanu Kabupaten TTU, tetapi paling rawan terkena penyakit. Sebab mereka bekerja tanpa dilengkapi APD, sehingga mereka meminta perhatian dari Pemkab dan DPRD TTU supaya mereka bisa memperoleh APD sehingga mereka dapat terlindungi dari penyakit saat bekerja di TPA. Hal ini disampaikan oleh Yorhans Poli, saat ditemui RRI.CO.ID di TPA Keneb Naiola pada Jumat 19 Juni 2026
Menurut Yorhans bahwa, ia dan sang istri sudah bergelut dengan sampah sejak tahun 2022 saat TPA masih di Desa Tublopo hingga dipindahkan ke Keneb pada tahun 2026 ini. Setiap hari sang istri yang mengais barang rongsokan untuk dikumpulkan dan dirinya bertugas mengangkut sekalian menimbang sampah plastik, besi tua ataupun kardus bekas yang dihasilkan istrinya.
"Tetapi kami bekerja tanpa APD semisal sepatu boot, masker, atau helm sehingga gampang terkena luka. Karena TPA Keneb semua sampah tercampur baik itu pecahan kaca, besi, atau paku kami tidak tahu sehingga kadang terinjak sehingga terpaksa mengalami luka. Belum lagi bau dari sampah basah yang digabung dengan makanan, sehingga kami sangat butuh APD", kata Yorhans.
Menurutnya semua pengepul sampah bekas sangat membutuhkan masker, karena mereka sebagai orangtua bisa menahan aroma busuk dari sampah basah. Tetapi anak-anak mereka tidak mungkin kuat menahan aroma tidak sedap dari sampah basah. Belum lagi asap yang bersumber dari sampah yang dibakar oknum tertentu.
Walaupun bekerja tanpa APD, Yorhans mengaku sangat bersyukur karena setiap hari ia bisa menimbang Kardus bekas, besi tua dengan penghasilan paling rendah Rp 30.000 hingga 50.000. Dengan penghasilan seperti itu, maka mereka harus mengumpulkan barang bekas hingga 15 Kilo Gram.
Ia menambahkan bahwa mereka juga sering mengumpulkan ban bekas, kemudian menjualnya ke pengrajin cucian yang berbahan baku ban. Ia dan sang istri bersyukur walaupun hanya mengais rezeki dari sampah tapi mereka tidak perlu mengeluarkan modal atau biaya lain-lain.
Sementara salah satu sopir dari Dinas Lingkungan Hidup TTU yakni Carlo Nule, juga mengharapkan supaya jalan masuk ke TPA Keneb juga perlu diperhatikan atau minimal dibuatkan rabat beton. Karena kondisi jalan ke TPA saat ini masih jalan tanah, sehingga saat musim penghujan itu mobil pengangkut sampah selalu tertanam saat membuang sampah. Kalau musim panas tidak ada persoalan atau mobil jalan aman hingga ke TPA", ujar Carlo.
"Jalan ke TPA minimal harus permanen, karena sampah harus diangkut setiap hari dan tidak mengenal musim panas atau hujan. Setiap hari pasukan kuning harus standby bekerja mengatasi sampah dan tidak mengenal musim. Selama ini kalau hujan ya mobil pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup selalu tertanam karena jalan berlumpur", kata Carlo.
Ia juga mengeluhkan APD seperti pakaian kerja, sepatu boots, helm, masker, sarung tangan. Sebenarnya APD sudah dibagi oleh Dinas Lingkungan Hidup, tetapi karena dipakai setiap hari bekerja sehingga APD tersebut sudah sobek (SK).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....