Bupati TTU Dukung Petani Bitauni Dengan Menempatkan Satu Mesin Combine Harvester

  • 12 Jun 2026 08:14 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Bupati TTU Yosep Falentinus Dellasale Kebo, memuji masyarakat Insana khususnya di Kelurahan Biatauni yang menanam padi seluas 125 hektar dan menjawab tuntutan pemerintah pusat soal program Ketahanan Pangan Nasional. Sanjungan itu disampaikan saat panen raya padi di wilayah irigasi Kleja II Kelurahan Biatauni pada Rabu 10 Juni 2026.

Menurut Bupati Falent bahwa, panen raya padi yang dilakukan di Irigasi Kleja II Kelurahan Biatauni sebesar 125 hektar ini pencapaian yang luar biasa. Apalagi saat ini baru panen raya padi di Kleja II dan belum masuk ke Kleja I tapi sudah mampu mencapai ratusan hektar sawah yang sangat besar.

"Panen raya padi varietas Inpari 46 dengan produksi mencapai 7,9 per hektar merupakan pencapaian luar biasa. Ini merupakan contoh yang baik dan perlu dipertahankan. Sebab saat ini tuntutan pemerintah pusat adalah ketahanan pangan dan kini menjadi sasaran pemerintah supaya mendukung apa yang menjadi kebutuhan petani. Sehingga Pemkab TTU akan menambah alsintan ke Bitauni beserta mesin panen berupa 1 unit combine harvester, karena hasil panen padi Bitauni dahsyat", kata Bupati Falent.

Lebih jauh kata Bupati Falent bahwa berdasarkan hasil perhitungannya sesuai laporan dari Lurah Bitauni, Dominikus Sako bahwa produksi padi di wilayah irigasi Kleja II per hektar 7,9 ton dan harga gabah kering sebesar Rp 6.500. Sehingga dengan produksi mencapai 125 hektar padi maka masyarakat khususnya Gapoktan It Naen Bitauni mampu menghasilkan uang sebesar Rp 6.415.000.000", ujar Pendiri Ormas Beta Timor ini.

"Para petani sawah khususnya Gapoktan It Naen Bitauni sebanyak 160 orang yang tergabung dalam 8 kelompok, tidak hanya sekedar menanam, tetapi juga sedang merawat kehidupan yang berkelanjutan. Karena itu, wajib hukumnya bagi Pemkab TTU untuk mendukung segala hal yang bersifat positif terlebih ketahanan pangan", kata mantan TNI ini.

Bupati Falent menekankan bahwa, panen raya ini menjadi bukti bahwa petani masih menjadi tulang punggung ketahanan pangan baik skala nasional maupun lingkup TTU. Sehingga sebagai Bupati bersama Wakil Bupati TTU tentunya kami senang dan bangga. Karena di tengah kemajuan jaman yang begitu masif, masyarakat TTU setia merawat kehidupan yang sebenarnya yaitu bertani.

Karena harus diakui, banyak masyarakat juga yang telah meninggalkan lahan garapan mereka. Masyarakat sebagian meninggalkan lahan garapan dan mengandalkan bantuan PKH maupun BLT dan masyarakat malahan menghafal kapan bantuan tersebut dicairkan", ujar Bupati Falent (SK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....