Harga Minyak Goreng Mahal, Pedagang Keripik Belu Kurangi Porsi agar Tidak Merugi
- 11 Jun 2026 15:49 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Harga minyak goreng yang melambung tinggi dipasaran beberapa pekan terakhir berdampak pada pertumbuhkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Atambua, Kabupaten Belu salah satunya UMKM yang bergerak di usaha keripik.
Pasalnya dengan kenaikan harga minyak goreng sangat mempengaruhi biaya hasil produksi dan berdampak pada keuntungan yang semakin menipis.
Salah satu pelaku UMKM yang menjual keripik Mery mengaku cukup mengalami kesulitan dengan kenaikan harga minyak goreng maupun harga bahan-bahan pokok lainnya.

Ia mengatakan bahwa meskipun terjadi kenaikan harga, tetap memilih bertahan agar usahanya terus beroperasi, sehingga tidak perlu menutup usaha maupun memberhentikan para karyawannya.
Dirinya menjelaskan sebelumnya minyak kita kemasan perdus berisi 12 liter dibeli dengan harga Rp195.000 rupiah, namun kini tembus hingga Rp230.000 rupiah.
“Akhir-akhir ini harga barang semakin naik, minyak kita yang biasa dipakai untuk goreng keripik juga terus meningkat tinggi, kami menjadi kesulitan dengan itu keuntungan menipis karena harga makin naik,” ucap Mery pada Kamis 11 Juni 2026.
Selain itu agar tidak merugi Mery terpaksa mengurangi porsi per bungkus tanpa menaikan harga agar tidak kehilangan pelanggan.

“Sementara ini kita kurangi porsi saja, karena kalo menaikan harga takutnya kehilangan pelanggan tetap,” ujar Mery.
Kondisi yang ada ia pedagang berharap harga sembako bisa turun sehingga masyarakat tidak kesulitan di tengah keterpurukan ekonomi saat ini dan jug meminta adanya pengawasan distribusi agar harga tetap sesuai dengan ketentuan dan tidak memberatkan pelaku usaha kecil.
Menurutnya jika kondisi ini terus berlanjut, para pedagang khawatir usaha mereka tidak lagi mampu bertahan, sehingga berdampak pada perekonomian keluarga dan masyarakat sekitar. (KM)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....