Pemkab TTU Tanam Ribuan Pohon Bambu di Bantaran Kali Tauf Antisipasi Banjir

  • 05 Jun 2026 16:49 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Dalam rangka melindungi masyarakat dan wilayah perkotaan dari banjir, maka Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara menggerakkan semua OPD, Camat, Kepala Desa dan masyarakat menanam ribuan bambu. Karena Pemda TTU menyiapkan 200 pohon bambu dan tiap OPD juga menyiapkan 200 pohon. Selain itu, Pemda juga menanam berbagai macam pohon produktif lainnya untuk menopang ekonomi masyarakat.

Aksi gerakan penghijauan ini digabungkan dalam 2 momentum besar yakni Pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong dan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Kabupaten TTU. Kegiatan puncak dilaksanakan pada Jumat 5 Juni 2026 di Bantaran Kali Tauf yang mengitari 7 kelurahan dalam Kota Kefamenanu dan diikuti DPRD TTU maupun TNI-Polri.

Bupati TTU Yosep Falentinus Dellasale Kebo, pada kesempatan itu mengatakan aksi penghijauan (menanam bambu ) yang dilaksanakan Pemda TTU dan berbagai stakeholder lain serta masyarakat memiliki arti penting dan strategis. Karena kita melakukan upaya mitigasi pengurangan resiko bencana dan adaptasi perubahan iklim sekaligus upaya merevitalisasi nilai-nilai semangat gotong royong yang kini tereduksi jaman.

"Kota Kefamenanu yang dikelilingi Kali Tauf dan mengitari 7 kelurahan dan 1 Kecamatan sering mengalami banjir di Kelurahan Benpasi maupun Kefa Selatan. Karena itu, Pemda TTU mengajak DPRD TTU, TNI-Polri sekalian menggerakkan semua OPD untuk menanam pohon bambu di sepanjang bantaran. Tujuannya adalah menahan erosi tebing kali, mengurangi dampak banjir, dan meminimalisir longsor saat musim hujan", kata mantan TNI ini.

Bupati Falent juga mengajak setiap perangkat daerah, Camat, Lurah dan kepala desa supaya memberi contoh dan teladan dalam menjaga lingkungan. Ia berharap tiap Kepala Dinas hingga kepala desa menjadi motor penggerak di lingkungan kerja masing-masing dan melibatkan masyarakat dalam menanam.

"Sebagai Bupati TTU saya mengajak semua pihak terkait supaya memperkuat nilai-nilai luhur gotong royong supaya diimplementasikan dalam pembangunan daerah ini. Sebab gotong royong adalah modal sosial terbesar kita, sehingga dengan kerja kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, akademisi Instansi vertikal dan masyarakat maka akan mewujudkan TTU yang sejahtera dan maju", ujar Bupati Falent.

Sementara Sekretaris Dinas PMD TTU, Marni Neobeny, menyampaikan bahwa aksi penghijauan secara Gotong Royong

yang melibatkan Forkopimda, ASN, TNI-Polri akan dilanjutkan lagi. Bahkan pihaknya juga akan menyurati Instasi vertikal lainnya seperti Rutan Kelas IIB Kefamenanu, Kemenag, Yon TP 877 Biinmafo supaya terlibat dalam penanaman selanjutnya.

"Sebagai Dinas yang mengkoordinir kegiatan penghijauan ini akan terus memantau dan berkoordinasi supaya tiap OPD juga bertanggung jawab terhadap tanaman yang ditanam supaya dirawat secara baik dan bertumbuh. Jadi para perangkat daerah setelah menanam harus ikut memelihara pohon bambu yang ditanam supaya bertumbuh sehingga melindungi masyarakat Kota Kefamenanu sepanjang bantaran kali Tauf", ujar Marni.

Ia menambahkan bahwa puluhan OPD lingkungan Pemkab TTU telah dibagi supaya menanam pohon bambu Sepanjang bantaran kali Tauf. Tiap OPD dipatok sepanjang 100 meter dan harus menanam bambu sebanyak 100 pohon. Selain itu, semua camat dan Kepala Desa juga ikut menanam bambu maupun tanaman produktif lainnya untuk melindungi lingkungan dan alam sekitar", ujar Marni.

Pohon produktif yang ditanam adalah Kemiri, kelor, Mangga, Lengkeng, dan Cendana. Jadi penghijauan adalah kerja kolaboratif Ini bukan kerja pemerintah saja. Gotong royong ini diikuti semua pihak karena tinggal di kota yang sama sehingga harus ada rasa memiliki," kata Marni (SK).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....