Kepala Desa Muda Tekankan Pentingnya Pengalaman dalam Memimpin Desa Modern
- 29 Mei 2026 12:54 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Kepala Desa Toang Pantar Tengah, Habibi Alan Maley, menilai semangat yang dimiliki generasi muda harus dibarengi dengan pengalaman agar mampu menjalankan roda pemerintahan desa secara efektif. Menurutnya, kepemimpinan tidak hanya dibentuk melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui pengalaman organisasi dan proses belajar yang berkelanjutan.
Habibi mengatakan pengalaman yang diperolehnya selama aktif dalam organisasi kemahasiswaan menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas sebagai kepala desa. Namun, ia menegaskan bahwa memimpin organisasi dan memimpin pemerintahan desa merupakan dua hal yang berbeda sehingga diperlukan kemampuan untuk terus beradaptasi dengan dinamika birokrasi.
“Nilai kepemimpinan itu bisa dipakai untuk bagaimana mengasah nilai-nilai kepemimpinan di tingkat desa atau di tingkat manapun. Tapi kalau misalkan soal pengalaman, agak keliru kalau kita abaikan. Kalau tidak dengan pengalaman, itu juga tidak bisa buat apa-apa di tingkat desa,” ujar Habibi Alan Maley. Jumat, 29 Mei 2026.
Selain pengalaman, Habibi menilai keterbukaan terhadap kritik menjadi salah satu faktor penting dalam kepemimpinan. Ia mengaku selalu membuka ruang bagi masyarakat maupun rekan-rekannya untuk memberikan masukan sebagai bagian dari upaya memperbaiki kinerja pemerintahan desa.
“Kalau saya, saya sudah jadikan kritikan itu sebagai vitamin bagi diri saya. Supaya kalau misalkan kita berpikir tanpa kritikan, itu bukan berpikir. Harus ada kritikan supaya ada hal-hal yang perlu diubah, kita ubah dan ada hal yang perlu diperbaiki, kita perbaiki,” katanya.
Lebih lanjut, Habibi menyoroti pentingnya memberikan ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk terlibat dalam kepemimpinan desa. Menurutnya, masih ada pandangan di masyarakat yang menganggap jabatan kepala desa identik dengan tokoh yang lebih tua, padahal kemampuan memimpin tidak ditentukan oleh usia semata.
Ia menegaskan bahwa pemerintahan desa modern membutuhkan keberanian dalam mengambil keputusan dan menghadapi risiko demi kepentingan masyarakat. Karena itu, anak muda tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus aktif mengambil peran dalam berbagai bidang, baik sosial, kemasyarakatan maupun birokrasi pemerintahan.
Habibi berharap semakin banyak generasi muda yang bersedia kembali ke desa dan berkontribusi membangun daerahnya. Menurutnya, pendidikan dan pengalaman yang dimiliki akan lebih bermanfaat apabila diaktualisasikan untuk menjawab berbagai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi masyarakat di kampung halaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....