Mengintip Persiapan Idul Adha di Belu:Peran Panitia, Tenaga Medis, dan Masyarakat

  • 22 Mei 2026 11:55 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Menyambut perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Belu memastikan seluruh rangkaian persiapan telah dimatangkan melalui koordinasi lintas sektor. Sinergi dibangun bersama Pemerintah Daerah Belu, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Belu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belu, serta panitia kurban di masjid-masjid guna menjamin pelaksanaan ibadah kurban berjalan lancar, aman, dan sesuai syariat.

Ketua MUI Kabupaten Belu Haji Abdullah Belajam menyampaikan Idul Adha memiliki makna penting yanh berkaitan dengan pemaknaan sebagai ketakwaan Umat Muslim dalam menjalankan perintah Allah SWT dan memperbanyak zikir, amal saleh bersedekah bagi saudara-saudara yang membutuhkan.

Ia menambahkan Momentum ini juga menjadi pengingat bagi umat Muslim untuk senantiasa meningkatkan kualitas ibadah, melalui kepedulian sosial yang nyata. Nilai ketakwaan tercermin dari keikhlasan dalam berbagi, mempererat tali silaturahmi, serta menumbuhkan rasa empati terhadap sesama, khususnya bagi mereka yang kurang mampu. Dengan memperbanyak zikir, amal saleh, dan sedekah, diharapkan setiap individu mampu membangun kehidupan yang lebih harmonis, penuh keberkahan, serta memperkuat solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat.

Dari sisi kesehatan Kepala Bidang kesehatan hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner Pengolahan dan Pemasaran, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Belu, Agustinus, S.Pt menyampaikan saat ini telah terdapat 65 tenaga petugas dan 31 titik untuk dilakukan pemeriksaan, langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh hewan kurban yang beredar dalam kondisi sehat, layak, dan aman untuk dikonsumsi masyarakat menjelang Hari Raya Iduladha.

Diuraikan untuk 65 petugas yang diterjunkan terdiri dari dokter hewan, paramedis veteriner, serta tenaga teknis lapangan yang telah memiliki kompetensi dalam pemeriksaan kesehatan hewan.

“Petugas ini akan menyebar di Kecamatan-Kecamatan Masjid, masjid dan mushola hingga ke peguyuban-peguyuban di Belu,” kata Agustinus. Ini diungkapkan dirinya dalam dialog luar studio LPP RRI Atambua dengan topik “Kesiapan Idul Qurban 1447 Hijirah di Kabupaten Belu” yang dilangsungkan di pelataran Masjid Raya Al-Muhajidin Atambua pada Kamis 21 Mei 2026.

Agustinus menjelaskan dalam pemeriksaan tidak hanya dilakukan sebelum penyembelihan (ante-mortem), tetapi juga setelah proses penyembelihan (post-mortem). Pada tahap ini, petugas akan memeriksa organ dalam seperti hati, paru-paru, dan limpa untuk memastikan tidak terdapat kelainan atau penyakit.

Kesempatan yang sama Ketua PHBI Kabupaten Belu Nadjamudin Prasong menjelaskan dalam Idul Kurban mengenai sumbangan dilakukan ada patungan atau kolektif dan Individu.

Ia menjelaskan bahwa ada beberapa aspek krusial yang harus diperhatikan dalam memilih hewan kurban, diantaranya :

  1. Dari segi jenis hewan, kurban hanya sah dengan unta, sapi (termasuk kerbau), kambing, atau domba.

  2. Hewan tersebut harus mencapai usia minimal yang ditentukan syariat: unta minimal 5 tahun, sapi minimal 2 tahun, kambing minimal 1 tahun, dan domba minimal 6 bulan (jika sudah tanggal giginya).

  3. Kondisi fisik hewan juga menjadi perhatian utama; hewan harus sehat, tidak cacat parah seperti buta, pincang, sakit yang jelas, atau terlalu kurus hingga menghilangkan sumsum tulangnya.

Mengenai persiapan sholat IED akan dilangsungkan di Pelataran MPP Atambua, dimana segala persiapan telah dirampung mencapai 90%.

Di sisi lain, Ketua Panitia Qurban Masjid Al-Muhajidin Atambua Usman Selamat menyampaikan panitia kurban di tingkat masjid telah mulai melakukan pendataan jumlah hewan kurban yang terkumpul dari masyarakat.

Ia mengatakan untuk data sementara , jumlah hewan kurban yang terdata berjumlah 7 ekor sapi khususnya di Masjid Raya Al-Muhajidin Atambua.

Menurutnya jumlah ini sedikit mengalami penurunan berbeda dengan tahun sebelumnya, ia menilai kondisi ini dipengaruhi keadaan atau situasi ekonomi yang kurang bersahabat.

Panitia juga memastikan bahwa seluruh hewan yang diterima akan melalui proses verifikasi, baik dari sisi kesehatan maupun kelayakan syariat, sebelum disembelih pada hari raya Idul Adha.

Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, PHBI Kabupaten Belu optimistis pelaksanaan Idul Adha 1447 H akan berjalan dengan aman, tertib, dan penuh makna. Masyarakat pun diharapkan dapat menjalankan ibadah kurban dengan khusyuk, serta turut menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan selama proses berlangsung. (KM)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....