Partai, Golkar Belu Bentuk Badan Saksi jelang Pemilu 2029
- 12 Sep 2026 18:06 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Belu mulai memanaskan mesin politik sebagai persiapan menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.
Langkah tersebut dilakukan melalui konsolidasi internal partai, pembentukan struktur organisasi hingga tingkat bawah, perekrutan anggota, serta pembentukan Badan Saksi yang dinilai menjadi salah satu unsur penting dalam mengawal perolehan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Belu, Agustinus Nahak, S.Si., mengatakan saksi merupakan ujung tombak partai di lapangan. Karena itu, para saksi yang direkrut akan mendapatkan pembekalan agar mampu menjalankan tugas secara optimal.
"Saksi merupakan ujung tombak partai di lapangan. Setelah direkrut, kita akan mempersiapkan mereka melalui pembekalan saksi," ujar Agus Nahak di Sekretariat DPD Golkar Belu, Kilo 2 Atambua, Jumat 11 September 026.
Menurutnya, Badan Saksi akan dibentuk hingga tingkat TPS karena proses pengawalan suara menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kemenangan partai.
"Kita ingin Badan Saksi terbentuk sampai TPS, karena kemenangan ada di TPS. Apalagi ke depan pemilihan akan terpisah sesuai keputusan MK, sehingga saksi harus terorganisir secara baik," lanjut Agus yang juga Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT.
Sementara itu, Ketua Badan Saksi Golkar Belu, Mikhael Nahak, S.Sos., menegaskan pembentukan badan tersebut merupakan bagian penting dari strategi partai dalam membangun mesin politik yang solid dan terorganisir.
"Pembentukan Badan Saksi menjadi bagian penting dari strategi Partai Golkar dalam membangun mesin politik yang solid dan terorganisir hingga TPS," ungkap Mikhael.
Mikhael dinilai memiliki pengalaman dalam penyelenggaraan pemilu. Sebelum dipercaya memimpin Badan Saksi Golkar Belu, ia pernah menjabat sebagai Ketua KPU Kabupaten Belu selama dua periode.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem kerja badan saksi, khususnya dalam memahami tahapan pemilu, pengawasan proses pemungutan dan penghitungan suara, serta pengawalan hasil suara di tingkat TPS.
Persiapan ini dilakukan seiring adanya perubahan desain penyelenggaraan pemilu berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi. Pemilu 2029 direncanakan dipisahkan menjadi Pemilu Nasional yang meliputi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, DPR, serta DPD, dan Pemilu Daerah/Lokal yang meliputi Pilkada dan DPRD.
Dengan perubahan tersebut, Partai Golkar Belu menilai pengorganisasian tim pemenangan hingga tingkat TPS perlu dipersiapkan sejak dini agar seluruh perangkat partai dapat bekerja secara terarah menghadapi agenda politik 2029.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....