Balai Perhutanan Sosial Kupang Dorong Penguatan Ekonomi Warga lewat Panen Jagung
- 17 Mei 2026 14:47 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Panen Raya Jagung Program Agroforestri Pangan dan Energi Perhutanan Sosial (FAPE-PS) di Desa Aramaba, Kecamatan Pantar Tengah, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur berlangsung meriah dan menjadi bukti keberhasilan pengelolaan kawasan hutan berbasis masyarakat yang produktif dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Balai Perhutanan Sosial Kupang Erwin, S.Hut., M.Hut., di lahan agroforestri Desa Aramaba, Sabtu 16 Mei 2026. Pengembangan jagung dilaksanakan oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Duyang Abbang Teddi sebagai bagian dari penguatan program Perhutanan Sosial di Kabupaten Alor.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT Sulastri H. I. Rasyid, S.Pi., M.Si.; Plt Kepala UPTD KPH Wilayah Kabupaten Alor Arly M. Ketty, S.P.; Asisten III Setda Kabupaten Alor Marthen G. Maubeka, S.H.; Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Alor Harun Al Rasid Miran, S.P.; Kabag SDM Polres Alor AKP Onnan Ndolu, S.H.; Kasat Samapta Polres Alor Warsito; Kapolsek Pantar Barat Supriyadi Dea; serta Kepala Puskesmas Aramaba Simeon Iluu, Amd.Kep.
Hadir pula para kepala desa di wilayah Pantar Tengah dan sekitarnya, ketua dan anggota kelompok Perhutanan Sosial, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, generasi muda, serta para pendamping Perhutanan Sosial.
Dalam sambutannya, Kepala Balai Perhutanan Sosial Kupang Erwin, S.Hut., M.Hut., menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Aramaba dan seluruh kelompok Perhutanan Sosial yang telah menunjukkan komitmen dalam mengelola kawasan hutan secara lestari dan produktif.
“Atas nama Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, kami menyampaikan penghargaan kepada seluruh masyarakat Desa Aramaba atas kerja keras dan semangat dalam mengelola kawasan Perhutanan Sosial,” kata Erwin.
Ia menjelaskan, pada tahun 2025 terdapat lima kelompok Perhutanan Sosial di Kabupaten Alor yang menjadi lokasi program FAPE-PS Jagung dengan total luasan mencapai 200 hektare. Dari program tersebut, hasil panen jagung di Kecamatan Pantar Tengah dan Pantar Timur mencapai sekitar 150 ton.
Selain pengembangan tanaman jagung, pemerintah juga menyalurkan bantuan bibit Multi Purpose Tree Species (MPTS) sebanyak 14.400 batang yang terdiri dari kemiri, jambu mente, kopi, cengkeh, dan kayu putih. Tingkat pertumbuhan tanaman yang telah ditanam kelompok penerima bantuan disebut mencapai sekitar 90 persen.
Menurut Erwin, keberhasilan panen raya tersebut membuktikan bahwa Perhutanan Sosial tidak hanya memberikan akses legal pengelolaan kawasan hutan, tetapi juga mampu menjadi instrumen pembangunan ekonomi masyarakat desa.
“Panen raya ini menjadi bukti bahwa masyarakat mampu menjaga hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan melalui pengelolaan kawasan secara bertanggung jawab,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT Sulastri H. I. Rasyid, S.Pi., M.Si., mendorong masyarakat agar mulai mengembangkan hasil jagung menjadi produk olahan sehingga memiliki nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi. “Kita tidak boleh hanya menjual hasil dalam bentuk mentah, tetapi harus mulai mengembangkan hilirisasi agar nilai jual produk meningkat dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” kata Sulastri.
Di sisi lain, Kepala Desa Aramaba Efa Sukardi Magang Sau menyampaikan dukungannya terhadap program tersebut karena dinilai mampu membuka peluang usaha baru dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat desa. “Program ini sangat membantu masyarakat karena hasil hutan dapat dimanfaatkan secara baik untuk meningkatkan ekonomi keluarga tanpa merusak kawasan hutan. Kami berharap program FAPE-PS terus berlanjut agar masyarakat semakin mandiri dan sejahtera,” ujar Efa Sukardi Magang Sau.
Menutup kegiatan tersebut, Kepala Balai Perhutanan Sosial Kupang Erwin, berharap keberhasilan panen raya jagung di Desa Aramaba dapat menjadi contoh bagi kelompok Perhutanan Sosial lainnya di Nusa Tenggara Timur dalam mengembangkan pengelolaan hutan yang produktif, lestari, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....