Hardiknas 2026, Peningkatan Mutu Pendidikan tiga M melalui Deep Learning
- 02 Mei 2026 12:31 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang ke-67, Pemerintah Kabupaten Belu melaksanakan Upacara Bendera yang dilangsungkan di Lapangan Kantor Bupati Belu pada Sabtu 2 Mei 2026 yang diikuti peserta upacara dengan memakai pakaian adat daerah masing-masing yang dilaksanakan dengan penuh khidmat.
Tema Hardiknas Tahun 2026 “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” dimana memiliki makna mendalam peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau sekolah saja, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh elemen kolaborasi antara orang tua, guru, peserta didik, pemerintah, dunia usaha, serta komunitas dalam mendukung proses pendidikan agar berjalan optimal.
Selaku Pembina Upacara Bupati Belu Willybrodus Lay membacakan amanat dari menteri pendidikan dasar dan menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed menyampaikan peringatan Hari Pendidikan Nasional adalah momentum untuk melakukan refleksi, meneguhkan, dan menghidupkan spirit pendidikan nasional.
Dalam amanat, mengajak untuk terus mendorong pendidikan yang unggul sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan adalah usaha bersama untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, makmur, dan bermartabat.
| Baca juga: Kakanwil Kemenag NTT Kunjungi MAN Alor |
“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari kita perkuat kerja sama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat,” ucap Willyrbrodus Lay.
Lanjutnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menerapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai program prioritas untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Menurutnya, Pembelajaran mendalam juga perlu diintegrasikan dengan penguatan karakter melalui penciptaan budaya dan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, baik fisik, sosial, dan spiritual.
Selain itu, Pendidikan adalah proses menumbuh kembangkan potensi manusia sehingga menjadi insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, sehat jasmani dan rohani, jujur, bertanggung jawab, demokratis, dan kepribadian utama lainnya.
“Sebuah adagium populer menyebutkan, jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas. Pembelajaran Mendalam adalah ikhtiar yang dimaksudkan untuk mencapai cita ideal pendidikan nasional,” kata Willy Lay saat membacakan amanat dari Mendikdasmen.
Dalam mewujudkan Pembelajaran Deep Learning maka dimulai dengan
Pertama, Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran sebagai salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Revitalisasi dan digitalisasi dimaksudkan agar pembelajaran berlangsung dalam lingkungan fisik yang nyaman dan sarana yang memadai dan pada tahun 2025, Program Pembangunan dan Revitalisasi telah dilakukan untuk 16.167 satuan pendidikan. Program Digitalisasi Pembelajaran melalui penyediaan papan interaktif digital (PID) telah didistribusikan dan dipergunakan di lebih dari 288.000 satuan pendidikan.
Kedua, Pemerintah berfokus pada peningkatan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru sebagai kunci keberhasilan pendidikan. Dukungan diberikan melalui beasiswa Rp3 juta per semester bagi guru yang belum S1 melalui program RPL, dengan target 12.500 guru pada 2025 dan 150.000 guru pada 2026, serta berbagai pelatihan seperti pembelajaran mendalam, konseling, AI, kepemimpinan, dan Bahasa Inggris. Selain itu, kesejahteraan guru ditingkatkan melalui tunjangan sertifikasi yang kini dibayarkan langsung tiap bulan serta pemberian insentif bagi guru honorer, agar mereka dapat menjalankan tugas secara optimal.
Ketiga, Pembelajaran mendalam perlu dipadukan dengan penguatan karakter melalui lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan berbudaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), sebagaimana arahan Prabowo Subianto. Sekolah diharapkan menjadi “rumah kedua” yang inklusif, membangun kohesi sosial, serta bebas dari perundungan dan kekerasan. Penguatan karakter dilakukan melalui berbagai program seperti 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), Makan Bergizi Gratis (MBG), Pagi Ceria, upacara bendera, dan Pramuka, serta pembelajaran berbasis pengalaman dan kurikulum tersembunyi. Nilai-nilai seperti toleransi, kebersamaan, dan saling menghormati juga ditanamkan melalui media kreatif seperti lagu anak.
Keempat, Pemerintah meningkatkan mutu pembelajaran melalui penguatan literasi, numerasi, dan pendekatan STEM, serta penerapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai alat evaluasi dan dasar peningkatan kualitas pendidikan, sekaligus pertimbangan melanjutkan studi. Selain itu, berbagai lomba olahraga dan seni digelar untuk mengembangkan bakat, minat, serta membentuk karakter dan jiwa sportivitas peserta didik.
Kelima, Pemerintah memperluas akses pendidikan yang mudah, terjangkau, dan fleksibel bagi semua, termasuk mereka yang terkendala ekonomi, lokasi, budaya, keamanan, atau kondisi fisik. Upaya ini dilakukan melalui sekolah satu atap, pendidikan jarak jauh (PJJ), sekolah terbuka, dan komunitas belajar. Selain itu, layanan bagi anak berkebutuhan khusus diperkuat melalui pengembangan sekolah inklusi, sekolah luar biasa, serta pendidikan berbasis masyarakat yang berkeadilan, guna memastikan pemerataan sumber daya pendidikan.
Dalam mewujudkan segala yang telah dipaksakdiperlukan kolaborasi dan juga ditegaskan berbagai kebijakan peningkatan mutu pendidikan tidak akan terlaksana tanpa tiga M: Mindset (pola pikir) yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus dalam memajukan pendidikan di Indonesia.
Adapun upacara Hardiknas turut hadir, Forkopimda, Para Pimpinan OPD, ASN, Para Kepala Sekolah dan Guru, para murid serta Puskesmas Umanen. (KM)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....