Memperingati Hardiknas, PGRI Belu Gelar Lomba Paduan Suara Mars dan Hymne PGRI
- 01 Mei 2026 03:47 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Memperingati hari pendidikan nasional tahun 2026 ke 67, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menyelenggarakan kegiatan lomba paduan suara mars dan hymne PGRI tingkat Kecamatan se-Kabupaten Belu di Gedung Dharma Wanita Betelalenok Atambua pada Kamis 30 April 2026.
Adapun tema Lomba Paduan Suara yakni “Melodi Pendidikan, Guru Bergerak, Indonesia Pintar”.
Bupati Belu Willybrodus Lay. S.H dalam sambutannya menyampaikan mengapresiasi terkait pelaksanaan kegiatan tersebut karena memantik semangat para guru untuk terus berinovasi dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Belu.
Ia juga menekankan pentingnya perbaikan dan peningkatan kualitas pendidikan, khususnya pada aspek literasi dan numerasi di tingkat sekolah dasar karena masih adanya siswa kelas atas SD yang belum mampu membaca dan menulis dengan baik.
“Kondisi pendidikan di Kabupaten Belu yang saat ini menempati peringkat nomor 3 dari bawah dan masih banyaknya siswa kelas 4 dan 5 SD yang belum lancar membaca dan menulis sehingga ini yang perlu dan terus kita dorong,” kata Willy Lay
Selain itu ia memiliki visi besar agar lomba ini tidak berhenti di tingkat kabupaten, melainkan bisa berkembang menjadi ajang yang lebih luas hingga level regional.
“Kalo bisa nanti kedepannya kegiatan lomba selenggarakan dengan berkeliling di tingkat Kecamatan,” kata Willybrodus Lay.

Menurut Bupati Willy, guru memiliki kewajiban untuk mengajar, sementara anak-anak memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Ia menginstruksikan adanya perubahan sistem setelah Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei.
| Baca juga: Unhan Belu Gelar Sholat Idula Adha Berjemaah |
"kita akan merayakan Hardiknas, setelah itu kita harus berubah. Guru harus memantau siswa yang belum bisa baca tulis, bangun kolaborasi dengan orang tua untuk pemantaun anak, dalam mewujudkan generasi emas perlu adanya kolaborasi,” kata Willybrodus Lay.
Ketua PGRI Kabupaten Belu, Yanurius Antonius Wadan Talok, S.Pd melaporkan, PGRI adalah rumah besar perjuangan, sempat mengalami staknasi namun sejak kami menerima mandat pada 13 Desember 2025 kami berkomitmen untuk bangkit dan membawa perubahan nyata dalam sektor pendidikan di wilayah perbatasan.
“Mari kita jadikan momen ini sebagai cerminan diri untuk melihat sejauh mana integritas dan semangat kita dalam mengabdi,” ucap Yanurius Antonius Wadan Talok.
Yanurius Antonius Wadan Talok mengakui, dalam satu dekade terakhir organisasi PGRI di Belu sempat mengalami kelesuan. Namun sejak kepengurusan baru terbentuk pada Desember 2025, berbagai langkah pembenahan mulai dilakukan dengan merias kembali PGRI secara struktur dan kultur kerjanya.
| Baca juga: Semangat Kurban Perkuat Pengabdian |
“Kita mulai melakukan pendataan dan para guru mulai memiliki kartu anggota online, hingga saat ini lebih dari 1000 guru di Belu memiliki KTA online,” ucapnya.
Ia berharap kegiatan ini mampu memantik semangat guru untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan di daerah perbatasan.
Selain itu dirinya juga mengapresiasi dukungan Pemda Belu dalam mendorong tumbuh kembang Guru di perbatasan dan dukungan pemerintah daerah dan sponsor atas terselenggaranya kegiatan ini.
Melalui kegiatan ini, PGRI Belu berharap mampu menghadirkan energi baru bagi para guru untuk terus berkarya, berinovasi, dan menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan generasi bangsa di wilayah perbatasan. (KM)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....