Mahasiswa Alor Diminta Aktif Organisasi dan Peka Terhadap Isu Daerah

  • 30 Apr 2026 19:54 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Peran mahasiswa sebagai agen perubahan dan kontrol sosial kembali ditegaskan oleh pengurus Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Alor dalam wawancara terkait kontribusi organisasi di tengah masyarakat.

Ketua IMM Cabang Alor, Bunda Y. Abdurrahman, menilai mahasiswa memiliki tanggung jawab besar untuk peka terhadap berbagai persoalan daerah. Menurutnya, keterlibatan aktif mahasiswa menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara kebijakan pemerintah dan aspirasi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa organisasi mahasiswa harus dipandang sebagai wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan, bukan sekadar ruang aktivitas biasa. Mahasiswa diharapkan mampu membawa perubahan positif melalui peran yang dijalankan.

“Mahasiswa adalah agen perubahan, kita semua membutuhkan partisipasi dan satu suara untuk menjaga daerah ini, serta melek terhadap berbagai isu yang terjadi,” ujarnya. Selasa, 28 April 2026.

Ia juga menjelaskan bahwa dalam menyampaikan aspirasi, mahasiswa perlu mengedepankan pendekatan yang bijak dan bertahap. “Kita membuka dialog terlebih dahulu, memberikan batas waktu, dan jika tidak diindahkan baru kita turun ke jalan, dengan tetap menjaga agar tidak merugikan pihak lain,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum IMM Cabang Alor, Suhardi Padamang, mengajak mahasiswa untuk lebih aktif dalam organisasi sebagai sarana pengembangan diri di luar perkuliahan. Ia menilai pengalaman organisasi memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kemampuan mahasiswa.

Menurutnya, pembelajaran di bangku kuliah perlu dilengkapi dengan pengalaman praktis di organisasi agar mahasiswa memiliki kesiapan menghadapi tantangan ke depan.

“Ilmu yang kita dapat di bangku kuliah mungkin hanya sebagian, selebihnya ada di organisasi. Maka jangan jadi mahasiswa hedonis, tetapi jadilah mahasiswa organisatoris yang loyal dan semangat mengejar cita-cita,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa organisasi mahasiswa tetap relevan di era saat ini, namun membutuhkan komitmen kuat dari kader untuk menjaga konsistensi gerakan. Tantangan internal, seperti kurangnya kesesuaian antara tindakan dan nilai organisasi, menjadi hal yang perlu diatasi agar organisasi dapat berjalan optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....