Pendidikan Politik Di Kampus Dinilai Kunci Partisipasi Pemuda Berkelanjutan

  • 30 Apr 2026 19:00 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Peran pemuda dalam menjaga dan memperkuat demokrasi dinilai sangat penting, terutama di tengah berbagai tantangan yang memengaruhi kualitas kehidupan berdemokrasi. Generasi muda diharapkan tidak hanya memahami demokrasi saat momentum politik seperti pemilu, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Aktivis Alor, Habibi Maley, menyebutkan bahwa demokrasi merupakan hal fundamental yang harus dipahami sejak usia muda, khususnya oleh pelajar dan mahasiswa. Menurutnya, pemahaman demokrasi tidak boleh sempit hanya pada peristiwa politik seperti pilkada atau pemilihan legislatif.

Ia menilai, saat ini masih terdapat praktik politik yang kurang sehat seperti politik sentimen yang berpotensi merusak tatanan demokrasi. Oleh karena itu, pemuda diharapkan tidak hanya menjadi pengamat, tetapi terlibat langsung sebagai pelaku dalam proses demokrasi.

“Pemuda harus ambil peran untuk menciptakan demokrasi itu sendiri. Jangan hanya menjadi konseptor, tetapi harus menjadi pelaku dan eksekutor dalam kehidupan demokrasi,” ujarnya. Kamis, 30 April 2026.

Untuk meningkatkan partisipasi politik, Habibi menekankan pentingnya peran dunia akademik. Ia menyebut bahwa lingkungan kampus sebenarnya telah menjadi ruang awal bagi mahasiswa untuk belajar berpolitik melalui organisasi dan struktur kepemimpinan.

“Di dalam kampus itu kita sudah berpolitik. Dari organisasi kecil, kita belajar mengambil keputusan dan mempersiapkan diri untuk masa depan politik,” katanya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya organisasi kepemudaan sebagai wadah pendidikan politik. Melalui organisasi, pemuda dapat mengasah kemampuan kepemimpinan serta memperluas wawasan dalam menghadapi dinamika sosial dan politik.

Habibi juga mengajak pemuda untuk menjadikan figur pemimpin muda sebagai inspirasi dalam berpolitik. Ia menilai keterlibatan generasi muda di panggung nasional menunjukkan bahwa peluang terbuka luas bagi pemuda untuk berkontribusi.

Di sisi lain, ia menekankan peran keluarga sebagai lingkungan awal dalam membentuk sikap politik anak. Orang tua dinilai memiliki tanggung jawab besar dalam mengarahkan dan memberikan pemahaman awal terkait nilai-nilai kehidupan, termasuk dalam pengambilan keputusan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....